IHSG Menguat Tipis, SCMA hingga AADI Pimpin Deretan Top Gainers

persen

IHSG Menguat Tipis, SCMA hingga AADI Pimpin Deretan Top Gainers

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan fluktuatif namun tetap mampu bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (5/10/2026).

Indeks ditutup menguat tipis sebesar 2,101 poin atau setara dengan 0,03 persen ke level 6.038,989.

Ketahanan indeks utama domestik ini didorong oleh dominasi penguatan pada mayoritas indeks sektoral yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

IDX Sektor Properti dan Real Estate mencatatkan performa terbaik dengan kenaikan sebesar 1 persen hingga jeda siang.

Tren positif juga diikuti oleh IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang menguat 0,87 persen.

Sektor Transportasi dan Logistik turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan sebesar 0,76 persen.

Sementara itu, IDX Sektor Barang Konsumen Primer mencatatkan apresiasi sebesar 0,32 persen.

Sentimen positif merambah ke sektor-sektor lainnya, termasuk Barang Baku dan Energi yang masing-masing naik 0,25 persen dan 0,24 persen.

Sektor Perindustrian juga mencatatkan kenaikan serupa sebesar 0,24 persen, diikuti oleh sektor Infrastruktur dengan penguatan 0,1 persen.

Namun, tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum penguatan di tengah dinamika pasar hari ini.

IDX Sektor Teknologi menjadi pemberat utama indeks dengan catatan pelemahan terdalam setelah anjlok sebesar 2,13 persen.

Tekanan jual juga melanda IDX Sektor Kesehatan yang terkoreksi 0,2 persen.

Selain itu, IDX Sektor Keuangan ikut melemah tipis sebesar 0,07 persen pada akhir sesi pertama.

Data perdagangan menunjukkan total volume transaksi mencapai 21,09 miliar saham.

Adapun nilai transaksi yang tercatat di bursa menyentuh angka Rp 5,08 triliun.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan menunjukkan dominasi saham yang mengalami kenaikan harga.

Terdapat 426 saham yang ditutup menguat, sementara 221 saham lainnya mengalami penurunan harga.

Sebanyak 144 saham tercatat berada dalam posisi stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Dalam jajaran saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memimpin kenaikan dengan apresiasi 3,49 persen.

Diikuti oleh PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 2,4 persen dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar 2,16 persen.

Sebaliknya, tekanan jual pada saham LQ45 dialami oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang merosot 3,33 persen.

Koreksi juga terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 3,07 persen.

Saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melengkapi daftar top losers dengan penurunan sebesar 2,54 persen.

Pergerakan pasar saham ini berlangsung di tengah tekanan mata uang domestik yang melemah ke level Rp 17.946 per dolar AS pada hari yang sama, sebagaimana dilaporkan dalam laporan pasar harian (5/10/2026).

Kondisi bursa Asia secara umum juga terpantau mengalami penurunan, menambah tekanan pada sentimen investor regional.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar