Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dalam tren pelemahan yang berkepanjangan pada perdagangan Rabu (29/7/2026).
Sentimen negatif pasar dipicu oleh aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang terus berlangsung secara masif.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat akumulasi net sell asing telah menyentuh angka Rp 4,29 triliun hanya dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Kondisi ini sejalan dengan pelemahan IHSG yang telah mencatatkan koreksi selama lima hari perdagangan berturut-turut.
Pada penutupan perdagangan Selasa (28/7/2026), IHSG melemah sebesar 0,89% atau 55,19 poin ke level 6.130,58.
Tekanan jual investor asing pada hari tersebut mencapai Rp 1,07 triliun di seluruh pasar, yang menjadi beban utama pergerakan indeks.
Kondisi pasar yang minim sentimen positif membuat mayoritas sektor saham di bursa domestik mengalami kontraksi.
Sektor properti dan real estate memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam mencapai 3,25%.
Sektor energi menyusul dengan penurunan sebesar 1,75%, diikuti sektor perindustrian yang turun 1,00%.
Penurunan juga terjadi pada sektor teknologi sebesar 0,88%, sektor keuangan sebesar 0,85%, serta sektor infrastruktur sebesar 0,76%.
Sektor transportasi mencatatkan koreksi 0,74%, sektor kesehatan 0,63%, barang baku 0,53%, dan barang konsumer nonprimer 0,34%.
Di tengah badai koreksi tersebut, sektor barang konsumer primer menjadi satu-satunya yang bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,52%.
Volume perdagangan domestik tercatat mencapai 24,87 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 10,70 triliun.
Secara keseluruhan, pasar ditutup dengan dominasi saham yang melemah, yakni sebanyak 360 emiten.
Sementara itu, saham yang berhasil menguat hanya tercatat sebanyak 265 emiten, dan 172 saham lainnya bergerak stagnan.
Aksi lepas saham oleh investor asing terlihat difokuskan pada emiten-emiten berkapitalisasi besar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net sell terbesar mencapai Rp 150,19 miliar.
Disusul oleh PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 141,95 miliar.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami tekanan jual sebesar Rp 135,63 miliar.
Emiten lainnya yang masuk dalam daftar jual bersih asing antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 50,91 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net sell Rp 48,42 miliar, serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp 32,17 miliar.
Selanjutnya, PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatat net sell Rp 31,79 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 30,64 miliar.
Daftar sepuluh besar jual bersih asing ditutup oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 30,3 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 25,46 miliar, dikutip dari data RTI Business, Rabu (29/7/2026).






















