BALI – PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank INA) memperluas ekosistem digitalnya melalui kemitraan strategis dengan platform pertukaran aset kripto, Indodax.
Kolaborasi ini diresmikan dalam gelaran Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Bali, Kamis (20/8/2026).
Program utama dari sinergi ini adalah peluncuran “Indodax Savings by Binadigital”.
Inisiatif ini dirancang sebagai pintu akses bagi pengguna Indodax untuk menjangkau layanan perbankan digital dari aplikasi Binadigital.
Wakil Direktur Utama Bank INA, Yulius Purnama Junaedi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperluas jangkauan perbankan digital yang inklusif.
“Sebagai bagian dari Salim Group, Bank INA terus berinovasi untuk menyajikan layanan finansial yang adaptif. Kami percaya sinergi ini akan memberikan kenyamanan, keamanan, serta kemudahan bagi masyarakat dalam mengelola tabungan perbankan dan investasi digital secara berdampingan,” ujar Yulius dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
CEO Indodax, William Sutanto, menilai kolaborasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi jutaan basis pengguna platformnya.
Menurutnya, integrasi fitur tabungan dan kartu co-brand akan memudahkan pengguna dalam mengelola likuiditas.
“Melalui integrasi ini kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses solusi pengelolaan likuiditas dan alokasi dana secara efisien,” ungkap William sebagaimana dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Kamis (20/8/2026).
Mekanisme penggunaan fitur ini cukup sederhana bagi nasabah.
Pengguna Indodax hanya perlu mengeklik tautan yang tersedia di aplikasi Indodax.
Tautan tersebut akan mengarahkan pengguna ke aplikasi Binadigital atau ke toko aplikasi jika belum melakukan instalasi.
Seluruh proses registrasi, verifikasi, hingga pengelolaan rekening dilakukan sepenuhnya di dalam ekosistem Binadigital.
Selain akses perbankan yang lebih mudah, terdapat lima keunggulan utama yang ditawarkan dalam program ini.
Keunggulan tersebut meliputi ketersediaan kartu co-branding eksklusif untuk transaksi harian.
Selain itu, terdapat kemudahan akses onboarding yang praktis bagi pengguna baru.
Pengguna juga mendapatkan kemudahan finansial terpadu untuk mengatur alokasi dana simpanan dan investasi aset digital.
Fitur transaksi seperti pembayaran tagihan dan QRIS juga telah terintegrasi dalam layanan ini.
Terakhir, nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa suku bunga menarik atas saldo yang tersimpan.
Head of Corporate Partnership Bank INA, Bobby Pranoto, menambahkan bahwa kemitraan ini difokuskan pada pengalaman pengguna yang lancar atau seamless.
“Hanya dengan satu kali klik di aplikasi Indodax, pengguna dapat langsung menuju aplikasi Binadigital dan mengaktifkan rekening Binadigital, menikmati suku bunga yang menarik, serta mendapatkan kartu co-branding khusus yang dirancang untuk mendukung aktivitas finansial sehari-hari,” ujar Bobby, Kamis (20/8/2026).
Sinergi antara perbankan konvensional dengan pelaku industri kripto ini menjadi salah satu tren yang terus berkembang di Indonesia.
Melalui kemitraan ini, Bank INA berupaya menangkap peluang pasar investor digital yang terus bertumbuh.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar perbankan digital nasional.
Bank INA sebelumnya juga telah menunjukkan agresivitas bisnis melalui ekspansi pembukaan kantor cabang pembantu baru di wilayah Bekasi.
Selain itu, perusahaan juga sempat membahas langkah strategis mengenai private placement dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Juni lalu.
Kemitraan dengan Indodax diproyeksikan akan meningkatkan jumlah nasabah ritel Binadigital secara signifikan.
Integrasi ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi lebih bagi ekosistem keuangan digital di tanah air.























