Jakarta – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) secara resmi mengumumkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak 402,92 juta lembar saham.
Aksi korporasi ini dijadwalkan mulai bergulir pada 31 Agustus 2026.
Langkah tersebut diambil perusahaan untuk memenuhi kewajiban regulasi pasar modal yang berlaku.
Sekretaris Perusahaan Eagle High Plantations, Rizka Dewi Sulistyorini, dalam keterbukaan informasi tertanggal 20 Agustus 2026, menjelaskan bahwa total saham yang akan dialihkan mencapai 402.922.800 lembar.
“Saham yang akan dialihkan merupakan saham hasil buyback yang telah diselesaikan BWPT pada 21 Agustus 2023,” ujar Rizka dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (20/8/2026).
Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 1,28% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan dan dicatatkan perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan telah menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai pihak yang akan mengeksekusi proses pengalihan saham tersebut.
Jangka waktu pengalihan akan dimulai pada 31 Agustus 2026 dan berlangsung hingga seluruh volume saham yang direncanakan selesai didistribusikan.
Terkait harga pengalihan, manajemen memastikan akan mengikuti ketentuan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.
Kebijakan pengalihan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29/2023.
Regulasi tersebut mewajibkan emiten untuk mengalihkan saham hasil buyback dalam jangka waktu paling lama tiga tahun sejak aksi pembelian kembali rampung dilaksanakan.
Mengingat aksi buyback sebelumnya tuntas pada 21 Agustus 2023, maka langkah yang diambil saat ini dilakukan tepat menjelang berakhirnya batas waktu yang ditetapkan regulator.
Pelaksanaan pengalihan saham ini akan dilakukan melalui mekanisme perdagangan di BEI.
Proses tersebut tidak memerlukan persetujuan tambahan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Di sisi lain, pergerakan saham BWPT menunjukkan tren positif di pasar modal.
Pada perdagangan Kamis (20/8/2026), harga saham emiten perkebunan ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 21,74% ke level Rp 112 per saham.
Secara kumulatif, saham BWPT telah mengalami penguatan sebesar 43,59% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Pengalihan saham ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berpengaruh langsung terhadap struktur permodalan dan likuiditas saham perusahaan di bursa.
Manajemen BWPT berkomitmen untuk menjalankan proses pengalihan secara transparan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Seluruh pihak yang terlibat dalam proses ini, termasuk anggota bursa yang ditunjuk, diwajibkan mematuhi aturan perdagangan yang ditetapkan oleh otoritas bursa.
Langkah strategis ini diharapkan dapat berjalan lancar hingga seluruh target pengalihan saham terpenuhi sesuai jadwal yang telah ditentukan.





















