Harga Bitcoin Melonjak ke US$ 71.000, Analis Sebut Tren Bearish Berlanjut

Kholida Rahman

Harga Bitcoin Melonjak ke US$ 71.000, Analis Sebut Tren Bearish Berlanjut

Jakarta – Harga Bitcoin kembali menembus ambang batas psikologis US$ 70.000 pada perdagangan Kamis (20/8/2026).

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini tercatat melonjak 11,37% dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 16.56 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level US$ 71.668,69 per koin.

Peningkatan harga yang signifikan ini didorong oleh fenomena likuidasi massal pada posisi short di pasar derivatif.

Para pelaku pasar yang sebelumnya berspekulasi terhadap penurunan harga terpaksa melakukan aksi beli paksa untuk menutup posisi mereka.

Aksi penutupan posisi short secara serentak tersebut memicu efek domino yang mempercepat laju kenaikan harga aset di pasar kripto.

Data pasar menunjukkan akumulasi nilai likuidasi posisi short mencapai angka miliaran dolar AS dalam satu hari terakhir.

Meski terjadi reli tajam, para analis pasar memperingatkan bahwa kenaikan ini belum tentu mencerminkan perubahan arah tren secara fundamental.

Penguatan harga yang terjadi dalam waktu singkat dinilai masih bersifat teknikal dan belum didukung oleh katalis positif yang berkelanjutan.

Co-founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir, menyatakan bahwa momentum saat ini belum cukup kuat untuk membalikkan siklus pasar.

“Menurut saya, untuk saat ini masih belum ada faktor positif yang berkelanjutan yang dapat mempertahankan momentum ini untuk jangka waktu pendek,” ujar Christopher sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya, Kamis (20/8/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kenaikan harga Bitcoin yang terjadi belakangan ini tidak serta-merta menandakan berakhirnya fase bearish.

Christopher menilai bahwa siklus penurunan pasar kripto secara umum masih tetap membayangi pergerakan harga ke depannya.

“Pastinya masih berpotensi karena siklus bearish yang diperkirakan masih belum selesai yang biasanya akan berlanjut dengan adanya siklus bullish,” ungkapnya lebih lanjut.

Proyeksi jangka panjang untuk akhir tahun 2026 pun cenderung moderat jika dibandingkan dengan posisi harga saat ini.

Christopher memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak pada kisaran US$ 40.000 hingga US$ 60.000 hingga penutupan tahun.

Estimasi tersebut jauh berada di bawah level harga yang tercatat pada perdagangan hari ini.

Kondisi pasar yang volatil menuntut investor untuk tetap berhati-hati dalam menanggapi reli jangka pendek yang terjadi.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih memantau perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi pergerakan aset kripto secara luas.

Ketidakpastian ekonomi makro dan kebijakan moneter global diprediksi masih menjadi faktor kunci yang menentukan keberlanjutan tren Bitcoin di masa depan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar