Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, ANTM-BUMI Jadi Sorotan

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, ANTM-BUMI Jadi Sorotan

Jakarta – Aksi jual masif oleh investor asing menekan kinerja pasar modal domestik pada perdagangan Selasa (28/7/2026), yang berimbas pada pelemahan luas di hampir seluruh konstituen indeks LQ45.

Data pasar menunjukkan total nilai transaksi harian menyusut menjadi Rp10,9 triliun, turun signifikan dibandingkan posisi hari sebelumnya yang mencapai Rp12,2 triliun.

Kondisi pasar kian tertekan oleh arus modal keluar yang konsisten, di mana investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,07 triliun dengan volume penjualan mencapai 1,74 miliar lembar saham.

Fenomena ini mencerminkan sentimen negatif yang masih menyelimuti bursa, melanjutkan tren pelemahan yang sempat terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Pusat Data Kontan, mayoritas saham dengan valuasi rendah atau undervalued mengalami tekanan jual yang cukup dalam.

Dari sepuluh saham yang dipantau dalam kategori ini, sembilan emiten kompak ditutup di zona merah, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) menjadi satu-satunya saham yang berhasil menguat sebesar 0,63%.

Tekanan terbesar dirasakan oleh PT Aneka Tambang (ANTM) yang mencatatkan penurunan harga sebesar 2,69%, diikuti oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang terkoreksi 2,29%.

Dalam kelompok saham dengan valuasi berbeda, PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mencatatkan penurunan paling tajam dalam grupnya, masing-masing melemah 2,94% dan 2,90%.

Secara teknikal, Pusat Data Kontan mencatat bahwa PT Semen Indonesia (SMGR) justru menunjukkan perlawanan dengan penguatan 1,72%.

Emiten semen tersebut kini memegang posisi sebagai saham dengan rasio Price to Book Value (PBV) terendah di antara 20 saham yang dipantau, yakni berada di level 0,32 kali.

Sementara itu, PT Barito Pacific (BRPT) berhasil mencatatkan pembalikan arah positif dengan kenaikan 1,16%, setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya.

Di sisi lain, saham PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) kembali menunjukkan pergerakan stagnan dengan tetap tertahan di level harga Rp50 per lembar saham.

Aktivitas perdagangan pada saham tersebut terpantau sangat minim, dengan total nilai transaksi hanya mencapai Rp1,2 miliar, yang menjadi nilai terendah di antara jajaran saham gabungan yang diamati.

Dalam analisis pasar, rasio Price Earning Ratio (PER) digunakan untuk mengukur seberapa besar harga saham dibanding laba bersih per lembarnya sebagai indikator valuasi.

Selain itu, rasio Price to Book Value (PBV) berfungsi sebagai pembanding antara harga pasar saat ini dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.

Kondisi pasar yang cenderung melemah ini mengindikasikan adanya kehati-hatian investor dalam menempatkan modal di tengah fluktuasi indeks LQ45 yang masih berlanjut hingga Rabu, 29 Juli 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar