IHSG Melemah 1,88%, Investor Asing Justru Borong Saham-Saham Ini

persen

IHSG Melemah 1,88%, Investor Asing Justru Borong Saham-Saham Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pekan ini dengan tekanan jual yang signifikan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (25/7/2026) menunjukkan indeks ditutup terkoreksi sebesar 1,88 persen atau setara dengan 118 poin.

Posisi indeks kini berada di level 6.196,43 setelah mengalami pelemahan berturut-turut selama tiga hari terakhir.

Kondisi pasar yang lesu ini dipicu oleh aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing.

Berdasarkan data RTI Business, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 1,36 triliun di seluruh pasar.

Seluruh sektor saham yang terdaftar di bursa kompak bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan Jumat (24/7/2026).

Sektor barang konsumer non-primer menjadi penekan utama dengan pelemahan terdalam sebesar 3,04 persen.

Sektor barang baku menyusul di posisi kedua dengan koreksi sebesar 3,02 persen.

Indeks sektor energi juga tertekan dengan penurunan sebesar 2,82 persen.

Sektor transportasi dan keuangan masing-masing mencatatkan pelemahan sebesar 2,70 persen dan 2,00 persen.

Secara keseluruhan, terdapat 587 saham yang mengalami penurunan harga pada penutupan perdagangan kemarin.

Di sisi lain, hanya 104 saham yang mampu mempertahankan penguatan.

Sementara itu, sebanyak 105 saham lainnya tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Aktivitas perdagangan di bursa domestik cukup padat dengan total volume mencapai 37,58 miliar lembar saham.

Nilai transaksi harian yang tercatat di pasar modal mencapai Rp 17,60 triliun.

Meskipun terjadi koreksi tajam di akhir pekan, IHSG secara akumulatif masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,34 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Di tengah aksi jual besar-besaran tersebut, sejumlah saham tetap menjadi target akumulasi investor asing.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memimpin daftar saham dengan nilai beli bersih atau net buy terbesar, yakni mencapai Rp 277,14 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai net buy sebesar Rp 131,15 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan catatan beli bersih sebesar Rp 124,07 miliar.

Selanjutnya, investor asing juga mengakumulasi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 51,14 miliar.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut diborong dengan nilai Rp 36,18 miliar.

Daftar sepuluh besar net buy asing lainnya mencakup PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 26,07 miliar.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyusul dengan nilai Rp 16,25 miliar.

Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan beli bersih sebesar Rp 11,88 miliar.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melengkapi daftar dengan masing-masing nilai Rp 10,85 miliar dan Rp 10,25 miliar.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar