Jakarta – Investor PT RMK Energy Tbk (RMKE) perlu mencermati kalender perdagangan hari ini, Kamis (16/7/2026), karena merupakan kesempatan terakhir untuk bertransaksi dengan nilai nominal saham lama sebelum diberlakukannya kebijakan stock split.
Aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5 ini telah mendapatkan lampu hijau dari otoritas bursa serta pemegang saham.
Keputusan tersebut diambil untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perusahaan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (15/7/2026), harga saham RMKE mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 220 poin atau 9,73% ke level Rp 2.480 per lembar saham.
Kenaikan ini terjadi tepat sehari sebelum periode perdagangan dengan nilai nominal lama ditutup.
Direktur RMKE, Vincent Saputra, menyatakan melalui keterbukaan informasi, dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Senin (13/7/2026), bahwa rasio 1:5 berarti setiap satu saham lama akan dikonversi menjadi lima saham baru.
Dampaknya, nilai nominal per saham akan menyusut dari Rp 100 menjadi Rp 20 per lembar.
Skema ini mengakibatkan perubahan pada jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh RMKE, yang melonjak dari 4,375 miliar menjadi 21,875 miliar saham.
Langkah strategis ini sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2026.
Pihak BEI kemudian memberikan restu resmi pada 7 Juli 2026, disusul pengesahan perubahan anggaran dasar oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 2 Juli 2026.
Pasar reguler dan negosiasi akan mulai memperdagangkan saham dengan nilai nominal baru pada Jumat (17/7/2026).
Sementara itu, perdagangan di pasar tunai akan ditiadakan sementara pada periode 17 hingga 20 Juli 2026.
Proses penentuan daftar pemegang saham yang berhak atas saham hasil pemecahan atau recording date dijadwalkan jatuh pada 20 Juli 2026.
Distribusi saham dengan nilai nominal baru akan dilaksanakan pada 21 Juli 2026.
Pada tanggal yang sama, yakni 21 Juli 2026, perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai akan resmi dimulai.
Manajemen RMKE berharap langkah ini dapat membuat harga saham lebih terjangkau bagi para investor ritel.
Peningkatan jumlah saham yang beredar diharapkan dapat memicu frekuensi transaksi yang lebih tinggi di pasar saham.
Seluruh investor yang memegang saham RMKE sebelum tanggal 17 Juli 2026 secara otomatis akan mendapatkan penyesuaian jumlah kepemilikan saham sesuai dengan rasio pemecahan yang telah ditetapkan.
Para pelaku pasar disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari perusahaan terkait perkembangan teknis dari proses stock split ini.
Setiap perubahan dalam struktur modal perusahaan ini dipastikan telah mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan oleh otoritas pasar modal di Indonesia.






















