Indika Energy Mulai Lepas 7,5 Juta Saham Treasuri 18 September

persen

Indika Energy Mulai Lepas 7,5 Juta Saham Treasuri 18 September

Jakarta – PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali menjadwalkan aksi korporasi berupa pengalihan sisa saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri sebanyak 7,5 juta lembar.

Langkah strategis ini akan mulai dieksekusi perusahaan pada 18 September 2026 mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah upaya pengalihan saham pada periode sebelumnya belum berhasil menyerap seluruh volume saham yang tersedia.

Corporate Secretary Indika Energy, Adi Pramono, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (4/9/2026) mengungkapkan, saham tersebut merupakan akumulasi dari aksi buyback yang dilakukan perseroan pada Juli 2020.

Rincian perolehan saham treasuri tersebut meliputi transaksi pada 2 Juli 2020 sebanyak 2,3 juta saham, 3 Juli 2020 sebesar 2,4 juta saham, serta 2,8 juta saham pada 6 Juli 2020.

Perseroan sebelumnya telah mencoba mengalihkan seluruh saham tersebut pada periode 11 Mei 2026 hingga 5 Juli 2026.

Namun, target tersebut gagal tercapai akibat fluktuasi harga saham INDY yang cenderung berada dalam tren penurunan.

Data historis menunjukkan, harga saham INDY sempat berada di level Rp 3.622 pada 12 Mei 2026, namun merosot ke angka Rp 2.772 per saham saat periode pengalihan berakhir.

Kondisi pasar yang menekan ini menghambat perusahaan dalam memenuhi persyaratan harga jual yang ditetapkan regulator.

Berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), harga penjualan saham treasuri tidak diperbolehkan lebih rendah dari harga tertinggi antara rata-rata harga penutupan saham selama 90 hari terakhir atau harga penutupan satu hari sebelum transaksi.

Selama periode sebelumnya, rata-rata harga penutupan 90 hari tercatat lebih tinggi dibandingkan harga pasar harian, sehingga proses pengalihan menjadi terkendala.

Memasuki bulan September 2026, saham INDY menunjukkan sinyal pemulihan dengan kenaikan sekitar 10,71% secara bulanan.

Pada perdagangan Jumat (4/9/2026), harga saham INDY ditutup stagnan pada level Rp 2.790 per lembar.

Pihak manajemen tetap optimistis melanjutkan agenda ini dengan memanfaatkan relaksasi waktu yang diberikan OJK selama 54 bulan.

Jadwal penjualan mulai 18 September 2026 ini ditetapkan tepat 14 hari setelah pengumuman keterbukaan informasi dilakukan.

Pengalihan sisa saham ini nantinya akan difasilitasi oleh perusahaan sekuritas yang terdaftar sebagai Anggota Bursa.

Transaksi dapat dilakukan baik melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia maupun transaksi di luar bursa, sepanjang tetap mematuhi batasan harga minimal yang diatur dalam regulasi pasar modal.

Strategi ini menjadi upaya berkelanjutan Indika Energy dalam mengelola struktur permodalan dari saham hasil buyback di tengah tantangan dinamika harga saham di pasar sekunder.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar