Jakarta – PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) berhasil mencatatkan rapor keuangan yang impresif selama periode enam bulan pertama tahun 2026.
Perusahaan ini mencatatkan pendapatan bersih mencapai Rp92,63 miliar hingga akhir Juni 2026.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 32,2 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Peningkatan pendapatan ini didorong kuat oleh strategi monetisasi kawasan properti dan kontribusi sektor real estat.
Proyek The Links Golf Villa Bali Cluster 1 menjadi motor penggerak utama dalam realisasi pendapatan tersebut.
Selain itu, operasional lapangan golf milik perusahaan tetap menunjukkan performa yang solid dan stabil.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp47,68 miliar.
Nilai tersebut naik 27,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Margin laba kotor perusahaan pun kini berada di level yang sehat, yakni mencapai 51,5 persen.
Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 30,4 persen menjadi Rp17,03 miliar.
Pencapaian ini mencerminkan efisiensi operasional yang tetap terjaga meskipun perusahaan sedang gencar melakukan pengembangan kawasan.
Hingga akhir semester pertama tahun 2026, GOLF mengantongi laba bersih senilai Rp12,80 miliar.
Angka ini tumbuh 13,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.
Secara struktur neraca, perusahaan memiliki fondasi permodalan yang sangat kuat.
Total aset tercatat mencapai Rp8,69 triliun dengan ekuitas sebesar Rp8,02 triliun.
Kondisi keuangan yang kokoh ini diproyeksikan mampu mendukung rencana ekspansi bisnis jangka panjang perusahaan.
Kontribusi terbesar pendapatan masih disumbangkan oleh unit bisnis New Kuta Golf di Bali.
Unit ini menyumbang pendapatan sebesar Rp78,62 miliar atau sekitar 84,9 persen dari total pendapatan keseluruhan.
Pendapatan tersebut didukung oleh aktivitas golf yang stabil serta peningkatan fasilitas pendukung seperti restoran.
Sementara itu, proyek Sentul Golf Utama mencatatkan pendapatan sebesar Rp14,01 miliar.
Kawasan ini saat ini masih berada dalam fase transformasi melalui pengembangan proyek Sequoia Hills.
Manajemen mencatat adanya perbaikan kinerja pada kuartal kedua 2026, terutama setelah dimulainya serah terima cluster Leroy.
Komisaris Utama GOLF, Darma Mangkuluhur Hutomo, menegaskan bahwa pengembangan kawasan terintegrasi merupakan langkah krusial.
“Visi GOLF adalah menjadi pionir dalam memajukan golf tourism Indonesia agar mampu bersaing dengan destinasi internasional lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Darma menambahkan bahwa seluruh rencana pengembangan di Bali, Sentul, dan Belitung berjalan sesuai target.
“Strategi pengembangan kawasan terintegrasi di Bali, Sentul, dan Belitung bergerak ke arah yang tepat, dan kami akan terus memperkuat eksekusi,” katanya.
Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pengembangan kawasan.
“Ke depan, prioritas kami adalah memastikan setiap kawasan berkembang sesuai tahapannya dan memberikan kontribusi yang semakin optimal bagi Perseroan,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Memasuki semester kedua tahun 2026, perusahaan akan fokus pada peningkatan nilai destinasi di tiga lokasi utama tersebut.
Manajemen tetap optimistis bahwa eksekusi strategi yang disiplin akan memperkuat posisi perusahaan di industri golf tourism nasional maupun regional.





















