Mengelola Anggaran Perawatan Rumah secara Efektif dan Terencana

Pemilik rumah disarankan alokasikan 1-2% nilai properti setiap tahun untuk biaya perawatan dan dana darurat guna menjaga kestabilan keuangan saat kerusakan mendadak terjadi.

Ikhwan Setiawan

renovasi-rumah-impian,-mulai-dari-perencanaan-keuangan
Renovasi Rumah Impian, Mulai dari Perencanaan Keuangan

Jakarta – Pemilik rumah sering kali terjebak dalam masalah finansial akibat mengabaikan perencanaan biaya perawatan hunian pasca pembelian.

Banyak pemilik properti hanya berfokus pada pelunasan cicilan tanpa menyiapkan dana cadangan untuk perbaikan rutin maupun kerusakan mendadak.

Padahal, menjaga kondisi bangunan tetap optimal memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk berbagai kebutuhan seperti servis AC, pengecatan, hingga pengendalian rayap.

Certified Financial Planner, Annisa Steviani, menyarankan pemilik rumah untuk mengalokasikan dana khusus agar kondisi keuangan tetap stabil saat terjadi kerusakan.

“Kita bisa menyisihkan sekitar 1% hingga 2% dari nilai rumah setiap tahun untuk biaya maintenance dan renovasi ringan,” ujar Annisa dalam keterangan resminya, Kamis (30/7).

Sebagai ilustrasi, jika harga rumah mencapai Rp500 juta, maka pemilik perlu menyiapkan dana perawatan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per tahun.

Selain biaya perawatan rutin, Annisa juga menekankan pentingnya memiliki dana darurat properti yang terpisah dari dana darurat pribadi.

“Idealnya, siapkan dana sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta yang disimpan secara khusus dan tidak digunakan untuk kebutuhan lain,” tambahnya.

Dana darurat tersebut berfungsi sebagai bantalan finansial saat terjadi kerusakan besar yang tidak terduga, seperti atap ambruk atau korsleting listrik.

Pemisahan pos anggaran ini dinilai krusial agar pengeluaran rutin tidak terganggu ketika muncul kebutuhan perbaikan mendesak.

Untuk mempermudah pengelolaan keuangan tersebut, pemilik rumah kini dapat memanfaatkan fitur perbankan digital seperti Kantong Jago atau Jago Syariah.

Fitur ini memungkinkan pengguna membuat kantong terpisah untuk setiap tujuan, mulai dari dana darurat rumah hingga anggaran renovasi berkala.

Pengguna juga bisa mengaktifkan fitur auto-budgeting agar alokasi dana ke setiap pos dapat dilakukan secara otomatis setiap bulannya.

Dengan sistem pencatatan yang teratur, pemilik rumah dapat memantau pengeluaran properti dengan lebih efisien tanpa harus membuka banyak rekening.

Rekomendasi