Kendaraan Listrik Pangkas Biaya Operasional Bisnis Hingga 40 Persen

PT VKTR targetkan tingkat komponen lokal kendaraan listrik 80 persen, dorong industri baterai dalam negeri, dan hemat biaya operasional kendaraan listrik komersial hingga 40 persen.

Rayhan Akhari

vktr-sebut-kendaraan-listrik-bisa-pangkas-40-persen-biaya-operasional
VKTR Sebut Kendaraan Listrik Bisa Pangkas 40 Persen Biaya Operasional

Jakarta – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) optimistis tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik produksinya dapat menembus angka 80 persen.

Target ambisius tersebut dipatok seiring dengan rencana beroperasinya industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri secara penuh.

Direktur VKTR, Mochammad Yana Aditya, menyebut baterai merupakan komponen krusial yang menyumbang hampir separuh dari total biaya produksi kendaraan.

“Baterai itu komponen kuncian. Baterai sendiri hampir 50 persen dari total biaya harga jual kendaraan. Jadi kalau baterainya nanti sudah bisa dibuat di dalam negeri, TKDN pasti bisa di atas 80 persen,” ujar Yana, Selasa (4/8).

Saat ini, VKTR sendiri telah berhasil mencatatkan TKDN di atas 40 persen melalui optimalisasi proses perakitan dan penyerapan komponen lokal.

Di sisi lain, penggunaan kendaraan listrik komersial seperti bus dan truk kini menjadi primadona bagi pelaku usaha karena mampu menekan biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan kendaraan konvensional.

Efisiensi yang dikenal dengan istilah Total Cost of Ownership (TCO) ini menjadi daya tarik utama bagi sektor logistik, perkebunan, hingga pertambangan.

“Kalau di sisi komersial adalah saving cost, kita nyebutnya Total Cost of Ownership (TCO). Rata-rata saving cost yang bisa didapat dengan menggunakan EV itu sekitar 40 persen,” jelas Yana.

Ia menambahkan, penghematan biaya tersebut tidak hanya berdampak pada margin keuntungan pengusaha, tetapi juga berpotensi menekan biaya logistik nasional secara signifikan jika adopsi kendaraan listrik dilakukan secara masif.

Rekomendasi