Universitas di Amerika Serikat Buka Jurusan Khusus Kreator Konten

Universitas AS buka program studi kreator ekonomi, fokus pengembangan konten digital, personal branding, dan kewirausahaan, hadapi persaingan ketat di era media sosial dan kecerdasan buatan.

persen

influencer-mimpi-karier-baru,-kampus-as-buka-jurusan-kreator-konten
Influencer Mimpi Karier Baru, Kampus AS Buka Jurusan Kreator Konten

Washington – Fenomena ekonomi kreator kini merambah dunia pendidikan tinggi di Amerika Serikat seiring dengan pergeseran orientasi karier generasi muda yang mulai melirik profesi di media sosial.

Sejumlah universitas ternama, seperti Arizona State University (ASU) dan Syracuse University, resmi membuka program studi khusus yang berfokus pada pengembangan keterampilan di industri konten digital.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya minat mahasiswa untuk menguasai strategi monetisasi platform digital, kewirausahaan kreatif, hingga teknik produksi konten profesional.

Kurikulum yang ditawarkan pun dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keahlian praktis, mulai dari brand storytelling hingga manajemen kanal video.

Direktur Eksekutif Center for the Creator Economy Syracuse University, Ryan Schram, mengungkapkan bahwa ketertarikan mahasiswa terhadap sektor ini sangat tinggi, meskipun tidak semuanya bercita-cita menjadi figur publik.

“Banyak mahasiswa yang kami ajak bicara menginginkan karier di creator economy, tetapi tidak semuanya ingin berada di balik mikrofon,” ujar Schram.

Pakar menilai bahwa membangun reputasi digital kini menjadi aset krusial bagi mahasiswa untuk memenangkan persaingan di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Pendiri organisasi REACH, Dylan Huey, menekankan bahwa personal branding di platform profesional seperti LinkedIn kini menjadi penentu utama dalam mendapatkan peluang kerja.

“Kalau Anda tidak punya personal branding, tidak punya pengikut, dan tidak punya jaringan di LinkedIn, lalu siapa yang akan melihat profil Anda?” tutur Huey.

Namun, para akademisi memberikan catatan kritis terkait realitas industri yang sangat kompetitif ini.

Profesor komunikasi Cornell University, Brooke Erin Duffy, mengingatkan bahwa hanya sebagian kecil kreator yang mampu meraih pendapatan besar, sementara mayoritas lainnya hanya berjuang untuk bertahan hidup.

Senada dengan hal tersebut, Associate Professor University of Southern California, Freddy Tran Nager, mengibaratkan tingkat kesulitan menembus industri ini setara dengan merintis karier di dunia akting.

Ia menyarankan agar mahasiswa tetap membekali diri dengan keahlian lintas disiplin sebagai langkah antisipasi terhadap ketatnya persaingan dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Rekomendasi