Jakarta – Ego sektoral dalam pembangunan infrastruktur transportasi dinilai menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Kantor Staf Kepresidenan (KSP) kini mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (RUU Sistranas) untuk mengakhiri pola pembangunan yang masih bersifat parsial.
Plt Deputi IV KSP Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Fadjar Dwi Wisnuwardhani, menyatakan bahwa RUU ini akan menjadi landasan hukum yang menyatukan seluruh elemen transportasi.
“Kami berharap RUU Sistranas nantinya menjadi payung, bukan hanya perekat namun menjadi sebuah payung yang utuh terhadap pengembangan sistem transportasi nasional,” ujar Fadjar dalam Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia 2026, Selasa (4/8).
Menurut Fadjar, fokus pembangunan transportasi saat ini harus bergeser dari sekadar penyediaan fisik infrastruktur menuju integrasi sistem yang menyeluruh.
Ia menekankan bahwa tantangan nyata terletak pada penyelarasan regulasi, koordinasi kelembagaan, hingga harmonisasi pendanaan antar moda transportasi.
Fadjar menjelaskan bahwa sistem yang terintegrasi mencakup aspek manusia, tata kelola, komando, hingga penentuan harga yang seragam.
“Bagaimana sistem itu kemudian terintegrasi secara utuh. Manusianya, sistemnya, harganya, tata kelolanya, komandonya, koordinasinya sehingga kemudian membangun sistem berarti menyelaraskan regulasi, mengoordinasikan kelembagaannya, menyatukan perencanaannya, menyatukan harmoni dalam pendanaannya,” tuturnya.
Selain integrasi, KSP juga menyoroti perlunya skema pembiayaan yang lebih inovatif dan kreatif untuk menjamin keberlanjutan moda transportasi massal.
Fadjar mendorong kolaborasi berbagai pihak melalui pembiayaan berbasis kawasan transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
“Kami melihat pembangunan transportasi membutuhkan investasi, di sini kemudian perlu harmonisasi pendanaan dan juga penguatan dari semua pihak untuk menuju sebuah kerja sama antara berbagai pihak yang semakin sehat dengan pembiayaan yang lebih kreatif,” pungkasnya.






















