Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026.
Emiten sektor unggas ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun per Juni 2026.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan drastis sebesar 95,13% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka Rp1,9 triliun.
Peningkatan profitabilitas ini sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih perusahaan.
Penjualan neto perseroan mencapai Rp39,42 triliun, tumbuh 19,23% dibandingkan semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp33,06 triliun.
Analis MNC Sekuritas, Raka Junico, menilai capaian laba bersih CPIN melampaui ekspektasi pasar secara signifikan.
“Capaian laba bersih CPIN mampu melampaui ekspektasi, baik dari proyeksi MNC Sekuritas maupun konsensus pasar,” ujar Raka sebagaimana dikutip dari risetnya, Selasa (4/8/2026).
Raka mencatat realisasi laba tersebut telah mencapai 61% dari proyeksi internal dan 67% dari konsensus pasar untuk target sepanjang tahun 2026.
Dari sisi operasional, margin laba bersih atau net profit margin (NPM) perusahaan tercatat solid di level 9,4% sepanjang semester I-2026.
Capaian ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 5,7%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja CPIN didorong oleh ketangguhan segmen pakan ternak.
“Kenaikan ini didukung kemampuan CPIN mem-pass on kenaikan biaya bahan baku jagung dan soybean meal (SBM) ke pelanggan, serta fleksibilitas substitusi bahan baku yang superior dibanding peers,” kata Abida, Selasa (4/8/2026).
Menurut Abida, segmen pakan ternak menjadi mesin utama pertumbuhan dengan margin laba operasional yang naik ke level 8,1%.
Meskipun laba bersih kuartal II-2026 mengalami normalisasi sebesar 56% secara kuartalan dibandingkan rekor kuartal I-2026, hasil kumulatif semester pertama tetap berada di atas target.
Abida memandang bahwa harga saham CPIN saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perusahaan yang impresif.
“Kinerja semester I-2026 yang melampaui ekspektasi konsensus di 64% dari target tahun 2026 belum sepenuhnya terdiskon di harga saham saat ini,” tambah Abida.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham CPIN dengan target harga Rp5.900 per lembar saham.
Sementara itu, MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi serupa dengan target harga di level Rp5.600.
Ke depan, para analis mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai beberapa risiko potensial di semester II-2026.
Risiko tersebut mencakup volatilitas harga bahan baku pakan akibat cuaca global serta ketidakpastian keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kendati demikian, posisi kas bersih yang kuat dan integrasi vertikal yang solid diproyeksikan tetap menjadi katalis positif bagi kinerja CPIN ke depan.























