Laba AKRA, BRMS, dan ICBP Moncer Usai Masuk Indeks Bisnis-27

persen

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan daftar konstituen Indeks Bisnis-27. Sejumlah emiten dengan kinerja fundamental solid resmi masuk ke dalam daftar indeks tersebut yang berlaku efektif mulai 4 Mei 2026 hingga 30 Oktober 2026.

Adapun saham-saham yang masuk dalam daftar baru meliputi AKRA, BRMS, CPIN, DEWA, ICBP, MBMA, PGAS, dan TAPG. Sebaliknya, beberapa emiten yang keluar dari indeks ini adalah ADMR, BRPT, DSNG, HEAL, INDF, MYOR, NCKL, dan PGEO.

Secara umum, emiten yang menghuni Indeks Bisnis-27 menunjukkan tren pertumbuhan laba yang positif sepanjang tahun buku 2025. Berikut adalah ringkasan kinerja keuangan beberapa emiten yang masuk ke dalam daftar tersebut:

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18,82% menjadi Rp46,02 triliun dengan laba bersih naik 11,12% menjadi Rp2,47 triliun. Kinerja ini didorong kuat oleh segmen kawasan industri JIIPE yang pendapatannya melonjak 113%.

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) membukukan lonjakan laba bersih signifikan sebesar 99% menjadi US$50,08 juta. Kenaikan laba ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang tumbuh 54% menjadi US$249,35 juta pada 2025.

PT Charoen Pokphand Tbk. (CPIN) mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp70,70 triliun, tumbuh 4,8%. Sementara itu, laba bersih perusahaan melonjak 52% menjadi Rp5,64 triliun.

PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp6,39 triliun. Kinerja laba tahun berjalan perseroan melonjak drastis hingga 7.695,79% menjadi Rp4,31 triliun dengan EBITDA yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp1,75 triliun.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) membukukan pendapatan sebesar Rp74,85 triliun atau tumbuh 3,11%. Laba bersih produsen Indomie ini tercatat tumbuh 30,30% mencapai Rp9,22 triliun, yang ditopang oleh kinerja solid dari segmen mi instan.

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mencatatkan laba bersih sebesar US$29,56 juta atau naik 29,77%, meskipun pendapatan perseroan tercatat turun menjadi US$1,43 miliar sepanjang 2025.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) membukukan pendapatan sebesar US$3,98 miliar, naik 4,9% dari tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perusahaan tercatat mengalami kontraksi 37% menjadi US$215 juta.

Rekomendasi