Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham BUMI, TAPG, dan DEWA Tertekan
Mei. 25, 2026
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 438,43 dengan saham BUMI, TAPG, dan DEWA memimpin penurunan.
Mei. 25, 2026
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah ke level 438,43 dengan saham BUMI, TAPG, dan DEWA memimpin penurunan.
Mei. 14, 2026
Di tengah tekanan rebalancing MSCI, saham SMMA, BRMS hingga INCO menjadi penopang utama IHSG dan masuk ke dalam daftar 10 top leaders.
Apr. 24, 2026
Bursa Efek Indonesia mengumumkan perubahan Indeks Bisnis-27 berlaku Mei-Oktober 2026, dengan saham baru AKRA, BRMS, ICBP, MBMA, PGAS, TAPG.
Des. 31, 2025
Saham DSSA dari Grup Sinar Mas memimpin IHSG dua tahun berturut-turut, naik 172,97% pada 2025, berkontribusi 246,67 poin. DSSA juga masuk bisnis EBT.
Sep. 17, 2025
IHSG dibuka menguat 0,10% ke 7.965,64 dengan saham PTRO, BBRI, dan TOBA bergerak bullish. Investor menanti keputusan BI Rate dan data inflasi Inggris.
Sep. 10, 2025
BRI Danareksa merekomendasikan saham BBCA, TLKM, ISAT, dan INCO saat kepemilikan asing menurun, membuka peluang investasi di sektor perbankan dan komoditas.
Agu. 31, 2025
IHSG diprediksi melemah akibat gejolak politik, namun saham emas dan perbankan seperti BBRI, AMMN, dan BRMS masih prospektif untuk dibeli.