NexAl (MGLV) Siapkan Fasilitas Pinjaman Rp 4 Triliun untuk Anak Usaha

Rayhan Akhari

NexAl (MGLV) Siapkan Fasilitas Pinjaman Rp 4 Triliun untuk Anak Usaha

Jakarta – PT NexAl Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) secara resmi menyuntikkan dukungan pendanaan kepada dua anak usahanya melalui fasilitas pinjaman pemegang saham dengan nilai total mencapai Rp 4 triliun.

Langkah strategis ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC).

Kedua entitas tersebut merupakan anak usaha yang seluruh sahamnya dikuasai oleh NexAl dengan porsi kepemilikan masing-masing sebesar 99,9 persen.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan pada Senin (5/10/2026), alokasi dana tersebut terbagi secara proporsional.

Pihak manajemen merinci bahwa fasilitas pinjaman maksimal sebesar Rp 1,5 triliun dialokasikan untuk NAC.

Sementara itu, untuk NGC, perusahaan menyiapkan plafon pinjaman maksimal sebesar Rp 2,5 triliun.

Perjanjian resmi terkait pemberian fasilitas pinjaman ini telah ditandatangani oleh pihak-pihak terkait pada 2 Oktober 2026.

Masa berlaku fasilitas ini terhitung sejak tanggal pencairan masing-masing jumlah pinjaman hingga berakhir pada 31 Desember 2028.

Perusahaan menetapkan tingkat suku bunga sebesar 7 persen per tahun atas pinjaman yang diberikan tersebut.

Manajemen NexAl menegaskan bahwa kebijakan ini dikategorikan sebagai transaksi material sekaligus transaksi afiliasi.

Meski demikian, pihak perusahaan memastikan bahwa langkah korporasi ini tidak mengandung unsur benturan kepentingan.

Status transaksi material ditetapkan karena nilai masing-masing fasilitas pinjaman melampaui ambang batas 50 persen dari total ekuitas perusahaan.

Penghitungan tersebut didasarkan pada laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit per 30 April 2026.

Di sisi lain, transaksi ini diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi karena posisi NAC dan NGC sebagai perusahaan terkendali yang dimiliki mayoritas oleh NexAl.

Manajemen juga memberikan klarifikasi mengenai mekanisme pencairan dana tersebut.

“Fasilitas diberikan berdasarkan jumlah pinjaman yang masing-masing dicairkan kepada anak usaha,” demikian pernyataan resmi perusahaan dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Selasa (6/10/2026).

Artinya, nilai Rp 4 triliun tersebut tidak serta-merta dicairkan sekaligus, melainkan akan disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan pada masing-masing anak usaha.

Respon pasar terhadap aksi korporasi ini terpantau cukup positif di lantai bursa.

Hingga pukul 14.36 WIB pada Selasa (6/10/2026), saham emiten berkode MGLV tersebut mencatatkan penguatan.

Harga saham perusahaan mengalami kenaikan sebesar 3,44 persen ke level Rp 14.275 per lembar saham.

Pemberian pinjaman ini diproyeksikan akan mendukung operasional dan pengembangan bisnis digital yang dikelola oleh NAC dan NGC dalam jangka menengah.

Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen induk usaha dalam menjaga likuiditas serta keberlangsungan proyek-proyek strategis di bawah naungan NexAl Digital Infrastruktur.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar