Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem, yang dijuluki “El Nino Godzilla”. Langkah ini diambil menyusul arahan Wali Kota dan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta unsur Polri.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dini dalam mengantisipasi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini. “Kita di daerah diminta untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi El Nino Godzilla, terutama dalam mengantisipasi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini,” ujar Devitra.
Fenomena El Nino Godzilla ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut hingga 2-3 derajat Celsius di atas normal, yang berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan berdampak luas pada berbagai sektor strategis.
Wilayah Sumatera Barat diprediksi memasuki musim kemarau pada Juni 2026, dengan puncak pada Agustus 2026. BPBD Payakumbuh segera memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai langkah mitigasi.
Dampak utama El Nino yang perlu diantisipasi meliputi potensi gagal panen di sektor pertanian, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman krisis air bersih. Sektor kesehatan juga perlu diwaspadai, terutama lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, dan penyakit berbasis air.
Untuk mitigasi, daerah diminta mengaktifkan Satgas Karhutla, melakukan audit irigasi, serta memastikan ketersediaan cadangan air melalui normalisasi embung.
Di sektor pangan, pemerintah daerah diarahkan mendorong percepatan masa tanam sebelum defisit air mencapai puncak, memprioritaskan distribusi air pada fase kritis tanaman, serta memanfaatkan sistem pompanisasi. Penggunaan varietas genjah dan pengurangan perluasan tanam di wilayah rawan kekeringan juga menjadi fokus.
Masyarakat memiliki peran penting dalam menekan dampak El Nino. Edukasi terkait budaya hemat air, pengembangan sumur resapan, diversifikasi pangan non-beras, serta larangan membuka lahan dengan cara membakar terus diperkuat.
Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem, yang dijuluki “El Nino Godzilla”. Langkah ini diambil menyusul arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menyatakan kesiapan daerah dalam mengantisipasi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini. “Kita diminta untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi El Nino Godzilla, terutama dalam mengantisipasi musim kemarau panjang,” ujar Devitra.
Fenomena El Nino Godzilla ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut hingga 2-3 derajat Celsius di atas normal, yang berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan berdampak luas. Wilayah Sumatera Barat diprediksi memasuki musim kemarau pada Juni 2026, dengan puncak pada Agustus 2026.
BPBD Payakumbuh langsung memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai langkah mitigasi dini. Dampak utama yang diantisipasi meliputi potensi gagal panen, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman krisis air bersih.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian, dengan potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, dan penyakit berbasis air.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, daerah diminta mengaktifkan Satgas Karhutla, melakukan audit irigasi, serta memastikan ketersediaan cadangan air melalui normalisasi embung.
Di sektor pangan, pemerintah daerah mendorong percepatan masa tanam sebelum defisit air mencapai puncak, memprioritaskan distribusi air pada fase kritis tanaman, dan memanfaatkan sistem pompanisasi. Penggunaan varietas genjah dan pengurangan perluasan tanam di wilayah rawan kekeringan juga diupayakan.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menekan dampak El Nino. Edukasi terkait hemat air, pengembangan sumur resapan, diversifikasi pangan non-beras, serta larangan membuka lahan dengan cara membakar terus diperkuat.
Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menjamin ketersediaan air bersih dan meningkatkan pengawasan stok pangan di pasar.
“Kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan seluruh arahan tersebut ditindaklanjuti secara maksimal di daerah, sehingga dampak El Nino dapat ditekan dan masyarakat tetap terlindungi,” pungkas Devitra.





















