New York – Bursa saham Amerika Serikat membuka perdagangan hari Selasa (6/10/2026) dengan catatan impresif melalui penguatan indeks utama Wall Street.
Indeks S&P 500 berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru dalam perdagangan intraday setelah menyentuh level 7.817,13 poin.
Pencapaian tersebut melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang sempat dicetak pada 13 Agustus lalu di angka 7.816,7 poin.
Sentimen positif dari sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi motor penggerak utama lonjakan harga saham.
Data Reuters menunjukkan bahwa pada pukul 09.31 pagi waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 164,45 poin atau 0,32% ke posisi 51.432,35.
Secara bersamaan, indeks S&P 500 menguat 37,77 poin atau 0,48% ke level 7.811,72.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite yang menjadi rumah bagi saham-saham teknologi turut mencatatkan rekor tertinggi dengan kenaikan 162,58 poin atau 0,59% menjadi 27.639,89.
Tren reli pasar saham ini didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, penurunan harga minyak mentah global turut memberikan ruang bagi saham berkapitalisasi besar untuk bergerak di zona hijau.
Saham Nvidia, sebagai salah satu pemimpin pasar AI, mencatatkan kenaikan sebesar 0,9% dalam perdagangan pre-market dengan valuasi mencapai US$ 5,81 triliun.
Investor saat ini tengah menaruh optimisme besar terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproyeksikan akan melonjak tajam pada kuartal ketiga.
Menurut laporan LSEG, para analis memperkirakan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 dapat tumbuh lebih dari 30% secara tahunan.
“Antusiasme terhadap investasi AI tampaknya masih berlanjut, karena data lapangan kerja AS yang lemah dan penundaan kenaikan suku bunga The Fed bulan Oktober membuat investor menyambut positif nilai valuasi saat ini bagi perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi,” ujar Charalampos Pissouros, analis pasar senior di Trading Point.
Pasar merespons positif data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi, yang dinilai mampu meredam tekanan kebijakan moneter agresif.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, peluang Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan ini kini mencapai 78%.
Penurunan imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun menjadi 5,62% turut menambah kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent terkoreksi hampir 2% ke level US$ 98,35 per barel.
Stabilitas pasokan global, yang terbantu oleh ekspor dari Timur Tengah dan pelepasan cadangan darurat negara-negara G7, menjadi faktor penekan harga energi.
Saham-saham kelompok Magnificent Seven seperti Meta, Tesla, dan Amazon.com terpantau menguat masing-masing lebih dari 0,5% pada pembukaan hari ini.
Investor kini menantikan pernyataan dari empat pejabat Federal Reserve, termasuk Presiden The Fed New York, John Williams, yang dijadwalkan berbicara di hadapan publik hari ini.























