Pendapatan Naik, Laba Bersih DCII Justru Terkoreksi Hampir 10%

persen

Pendapatan Naik, Laba Bersih DCII Justru Terkoreksi Hampir 10%

Jakarta – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kenaikan pendapatan signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026.

Perusahaan penyedia infrastruktur pusat data ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,77 triliun hingga akhir Juni 2026.

Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,92% secara tahunan atau year on year (YoY).

Sebagai pembanding, pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya berada di angka Rp 1,33 triliun.

Kinerja positif pada sisi pendapatan ini didorong oleh kontribusi utama dari sektor jasa kolokasi yang mencapai Rp 808,40 miliar.

Selain itu, terdapat tambahan pemasukan dari pendapatan lain-lain sebesar Rp 49,69 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Juni 2026, mayoritas aliran pendapatan perusahaan bersumber dari pihak ketiga.

Namun, peningkatan pendapatan ini tidak diikuti dengan efisiensi pada sisi beban operasional perusahaan.

Beban pokok pendapatan perseroan justru mengalami lonjakan yang cukup tajam sepanjang paruh pertama tahun ini.

Tercatat, beban pokok pendapatan melonjak sebesar 46,75% secara tahunan menjadi Rp 813,72 miliar.

Kondisi tersebut kontras dengan realisasi beban pokok pada semester I-2025 yang hanya menyentuh angka Rp 539,32 miliar.

Kenaikan biaya operasional yang signifikan ini memberikan tekanan langsung terhadap perolehan laba bersih perusahaan.

Akibatnya, laba usaha DCII tercatat mengalami penurunan sebesar 9,61% menjadi Rp 882,86 miliar per Juni 2026.

Tren negatif ini juga berlanjut pada laba periode berjalan yang membukukan penurunan sebesar 9,79% secara tahunan menjadi Rp 732,57 miliar.

Penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tidak terelakkan.

Laba bersih tersebut menyusut 9,81% secara tahunan menjadi Rp 377,75 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 418,84 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, per 31 Maret 2026, perusahaan mencatatkan total aset senilai Rp 7,26 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2,87 triliun pada periode yang sama.

Adapun posisi total ekuitas perusahaan pada akhir kuartal pertama tahun 2026 berada di angka Rp 4,38 triliun.

Meskipun pendapatan terus tumbuh di tengah tingginya permintaan layanan data center, tantangan efisiensi biaya tetap menjadi fokus utama manajemen.

Kesenjangan antara pertumbuhan top line yang positif dan penurunan laba bersih ini menjadi catatan penting bagi performa DCII di tengah pasar yang kompetitif.

Data keuangan ini dirilis secara resmi oleh perusahaan pada Jumat, 24 Juli 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar