Jakarta – PT Pertamina (Persero) menggandeng POSCO International Corporation untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan menjajaki potensi penerapan teknologi rendah karbon di Indonesia dan Korea Selatan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dan CEO POSCO International, Kye-In Lee, di Korea Selatan, Selasa (1/4).
Momen ini menjadi bagian dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan untuk mempererat kerja sama bilateral.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia,” ujar Simon Aloysius Mantiri.
Pertamina akan memanfaatkan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan.
Langkah ini diharapkan mendukung target penurunan emisi dan membuka peluang ekonomi karbon di masa depan.
Kedua perusahaan akan menjajaki potensi kolaborasi dalam pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).
Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan Blue Hydrogen/Ammonia, serta potensi kerja sama di sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral dalam mencapai target penurunan emisi karbon, mendukung target Pemerintah untuk Net Zero Emission (NZE).






















