Prabowo di Bursa 2026: Harapan Baru Katalis IHSG Menguat?

persen

Jakarta – Kinerja gemilang pasar modal Indonesia sepanjang 2025, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi, memicu antisipasi pelaku pasar terhadap pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2026. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan tren positif ini.

Sepanjang 2025, IHSG melonjak 22,10 persen secara year-to-date (YTD), ditutup pada level 8.644,26. Bahkan, pada 8 Desember 2025, indeks sempat mencatatkan rekor *all time high* (ATH) di level 8.710,69.

Solidnya performa bursa saham juga tercermin dari meningkatnya partisipasi investor dan likuiditas transaksi. Data BEI mencatat, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 20,32 juta, dengan 8,59 juta investor saham. Kapitalisasi pasar menembus Rp 16.000 triliun, setara 70 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 18,06 triliun, sebuah rekor baru yang menunjukkan peran signifikan pasar modal dalam perekonomian.

Meskipun absennya Presiden pada pembukaan perdagangan BEI 2025 tidak menghambat laju pasar modal, analis Hans Kwee menilai kehadiran pejabat negara dalam seremoni tersebut lebih bersifat simbolik, mencerminkan dukungan pemerintah.

“Kehadiran Presiden itu menunjukkan *concern* pemerintah terhadap industri keuangan, terutama pasar modal,” ujar Hans.

Hans menambahkan, penguatan IHSG sepanjang 2025 tidak terjadi secara instan. Pasar sempat tertekan di awal tahun akibat sentimen global.

Namun, persepsi investor terhadap risiko global dan domestik membaik seiring waktu, didukung oleh optimisme terhadap perbaikan kebijakan dan komunikasi ekonomi.

Pelaku pasar kini menantikan sinyal kebijakan dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan pasar modal, termasuk peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar