Jakarta – Batasan antar-industri di era korporasi modern kini semakin cair. Menghadapi tantangan transformasi digital dan integrasi layanan yang kompetitif, sektor aviasi tanah air tidak lagi hanya mengandalkan ahli penerbangan murni, melainkan juga membutuhkan sentuhan dingin dari para profesional lintas sektoral.
Tren regenerasi kepemimpinan inilah yang kini melekat pada sosok Muchdian Muchlis.
Pria kelahiran Padang ini dipercaya mengemban amanat strategis sebagai Direktur Komersil PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services/IAS).
Langkah Muchdian menuju kursi top manajemen anak usaha holding BUMN pariwisata dan pendukung tersebut menjadi sorotan positif, mengingat ia memiliki latar belakang rekam jejak yang sangat kuat di industri perbankan nasional sebelum akhirnya menyeberang ke sektor pendukung penerbangan.
Kepiawaiannya dalam merumuskan strategi pasar terbukti melahirkan prestasi nyata. Belum lama ini, Muchdian sukses menyabet penghargaan individu “Sales Strategy Excellence Award” dalam ajang bergengsi Sales Leader Award of the Year (SLAY) 2025 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Institute di Jakarta.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilannya memimpin transformasi strategi komersil yang adaptif dan terintegrasi di perusahaan.
Sukses Hadirkan Terobosan “IAS One”
Di bawah komando Muchdian sebagai Direktur Komersil, PT Integrasi Aviasi Solusi berhasil menelurkan inisiatif strategis bernama “IAS One”.
Ini merupakan strategi penjualan terpadu kelompok usaha IAS yang menawarkan layanan aviasi One Stop Service.
Melalui sistem ini, pelanggan dimanjakan dengan single point of contact dan penawaran harga paket (bundling) yang jauh lebih efisien, cepat, dan nyaman.
Atas terobosan tersebut, tim penilai SLAY 2025 memberikan apresiasi tinggi karena Muchdian dinilai mampu memanfaatkan teknologi digital secara menyeluruh, mulai dari proses pre-selling hingga after-sales demi menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang optimal.
“Penghargaan ini merupakan wujud pengakuan atas kerja keras seluruh tim IAS dalam menyusun dan mengeksekusi strategi penjualan yang berorientasi pada keberlanjutan bisnis,” ujar Muchdian saat menerima langsung penghargaan tersebut.
Perjalanan Karier dan Fondasi Kuat di Sektor Perbankan
Sebelum menduduki posisi Direktur Komersil, Muchdian terlebih dahulu memperkuat pondasi internal korporasi dengan menjabat sebagai Business & Technology Senior Executive Group Head PT Integrasi Aviasi Solusi pada periode 2024–2025. Di posisi tersebut, ia sukses menjembatani pengembangan bisnis dengan adopsi teknologi terkini.
Namun, ketajaman bisnis dan kemampuan manajemen risiko Muchdian sejatinya ditempa selama hampir satu dekade di PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Di bank swasta papan atas tanah air tersebut, perjalanan karier Muchdian bergerak linier ke atas dengan menduduki berbagai posisi manajerial yang krusial.
Ia tercatat memulai perannya sebagai BBF Community Bus-Dev & Strategic Partnership Head (2016–2018). Kinerjanya yang solid membawa Muchdian dipercaya menempati posisi EBB Funding Strategy (2019–2020).
Ketangkasannya dalam mengelola portofolio produk membuatnya naik kelas menjadi EBB Product, Fee Income Product, & Portfolio Head selama empat tahun (2020–2024), sebelum akhirnya mengakhiri pengabdian di dunia perbankan sebagai EBB Acquisition & Business Alignment Head pada tahun 2024.
Sinergi Ilmu Teknik dan Manajemen Lintas Negara
Latar belakang akademis yang kokoh menjadi fondasi utama di balik cara berpikir Muchdian yang terstruktur dan analitis.
Ia merampungkan pendidikan tingkat Sarjana di jurusan Teknik Industri, Universitas Andalas, Padang pada tahun 2004. Pendidikan teknik ini membentuk pola pikirnya yang selalu berorientasi pada efisiensi proses sistemik hulu ke hilir.
Guna memperluas cakrawala bisnis dan manajemennya di kancah internasional, Muchdian kemudian bertolak ke Negeri Jiran.
Ia berhasil meraih gelar Magister Manajemen Teknologi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada tahun 2006. Kombinasi ilmu teknik industri dan manajemen teknologi lintas negara inilah yang membuatnya sangat adaptif terhadap digitalisasi korporasi.
Makna Penting dan Ekspektasi Industri
Kehadiran Muchdian Muchlis di jajaran direksi PT Integrasi Aviasi Solusi membawa angin segar sekaligus pesan kuat mengenai arah masa depan ekosistem aviasi Indonesia.
Sektor pendukung penerbangan—seperti ground handling, kargo, logistik, hingga hospitality—kini dituntut bergerak lebih lincah layaknya industri jasa finansial dan teknologi.
Dengan pengalaman panjang mengelola portofolio bisnis skala besar, strategi pendanaan, serta penyelarasan bisnis (business alignment), Muchdian dinilai menjadi sosok yang tepat untuk mendorong penetrasi pasar perusahaan secara agresif namun tetap pruden.
Langkah dan inovasi komersial selanjutnya dari pria asal Padang ini patut terus dinantikan dalam mendukung transformasi ekosistem pariwisata dan kebandarudaraan nasional yang lebih maju.

























