Saham Prajogo Pangestu: Penopang Utama IHSG, Bagaimana Prospeknya?

persen

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan sebesar 0,59% ke level 8.118,30 pada akhir pekan perdagangan Jumat (3/10/2025). Penguatan ini didorong kuat oleh performa saham-saham unggulan, terutama PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu dan emiten teknologi PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).

Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BREN menempati posisi puncak dalam daftar “Top Leaders” sebagai penopang utama IHSG. Saham BREN yang berada di level harga Rp9.550 ini menyumbang 15,37 poin, meskipun kenaikannya “hanya” 4,09%.

Selain BREN, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) juga memberikan kontribusi signifikan dengan sumbangan 6,86 poin setelah harga sahamnya melonjak 10%. Emiten teknologi lain, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), turut menyumbang 6,14 poin dengan kenaikan harga saham 5,56%.

Selanjutnya, saham Grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII), naik 2,19% dan menyumbang 5,30 poin terhadap IHSG. Tak ketinggalan, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), bank swasta terbesar milik Grup Djarum, juga masuk dalam daftar “Top Leaders” dengan kontribusi 2,34 poin, meski kenaikan harga sahamnya hanya +0,33%. Hal ini menegaskan peran besar saham-saham berkapitalisasi besar dalam menjaga stabilitas indeks.

Sepanjang hari perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 8.076,60 hingga 8.118,30. Dari ratusan konstituen IHSG, sebanyak 274 saham menguat, 425 melemah, dan 257 stagnan.

Dari perspektif kinerja sejak awal tahun (YTD), beberapa emiten menunjukkan lonjakan luar biasa dan menjadi penopang terbesar IHSG. Emiten pusat data, DCII, memimpin dengan kenaikan harga saham hingga 576,72%, memberikan kontribusi 287,93 poin. Diikuti oleh DSSA dengan kenaikan 185,41% dan kontribusi 263,52 poin.

Emiten Prajogo Pangestu lainnya, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), berkontribusi 181,54 poin dengan kenaikan harga saham 318,48% sejak awal tahun 2025. Di kategori saham berkapitalisasi besar, ASII menyumbang 40,87 poin dengan kenaikan 18,88%, sementara TLKM naik 13,28% dan berkontribusi 40,48 poin. Keduanya konsisten menjaga daya tahan IHSG bersama EMTK dan BNLI.

JP Morgan Sekuritas dalam riset terbarunya memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang 7.500-8.000 hingga akhir tahun ini. Sejalan dengan kenaikan target IHSG tersebut, JP Morgan memberikan proyeksi untuk beberapa sektor potensial. Outlook sektor industrial dikerek dari netral menjadi overweight menyusul peningkatan peringkat untuk ASII.

Sebaliknya, sektor energi diturunkan peringkatnya dari netral menjadi downgrade di tengah prospek lesunya permintaan dan pasokan batu bara. JP Morgan tetap overweight terhadap sektor konsumer, ditopang oleh belanja pemerintah dan upaya stimulus ekonomi yang berfokus mendongkrak konsumsi domestik.

JP Morgan Sekuritas juga merekomendasikan saham emiten-emiten berkualitas yang fokus pada pasar domestik seperti BBCA, AMRT, ICBP, MAPI, dan ISAT. Selain itu, GOTO dinilai cukup menarik karena sudah hampir menyentuh level Rp50 per saham. Saham-saham yang sensitif terhadap penurunan suku bunga seperti ASII, CTRA, PWON, dan ANTM (sebagai proksi emas) juga menjadi pilihan menarik.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar