Satu Visi Putra (VISI) Siapkan Private Placement 307,5 Juta Saham

Rayhan Akhari

Satu Visi Putra (VISI) Siapkan Private Placement 307,5 Juta Saham

Jakarta – PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) resmi mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan melalui aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement.

Keputusan ini diambil guna mendukung ambisi perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis menjadi sebuah perusahaan induk atau holding company.

Rencananya, emiten berkode saham VISI tersebut akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 307,5 juta saham baru.

Jumlah saham yang diterbitkan setara dengan maksimal 10 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Setiap lembar saham baru tersebut memiliki nilai nominal sebesar Rp 25 per saham.

Direktur Utama VISI, David Dwiputra, menyatakan bahwa aksi korporasi ini difokuskan untuk mengonsolidasikan berbagai kegiatan usaha kelompok bisnis di sektor kesehatan.

Dana yang terhimpun dari investor, setelah dipotong biaya emisi, akan dialokasikan untuk memperkuat permodalan serta mendukung ekspansi usaha perseroan maupun entitas anak.

Investasi pada perusahaan di sektor kesehatan menjadi salah satu agenda utama dalam pemanfaatan dana tersebut.

“Melalui private placement, VISI diharapkan akan mendapatkan alternatif sumber pendanaan untuk kepentingan bisnis usaha atau entitas anak,” ujar David sebagaimana dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/8/2026).

Pihak manajemen menegaskan bahwa rencana ini tidak akan memberikan dampak negatif yang bersifat material terhadap kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Sebaliknya, aksi ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi kesehatan finansial perusahaan.

Peningkatan modal disetor dan penguatan basis ekuitas menjadi target utama yang ingin dicapai melalui langkah ini.

Selain itu, manajemen optimistis bahwa kebijakan ini akan memperbaiki likuiditas perdagangan saham VISI di pasar modal.

Terkait potensi dampak bagi investor eksisting, perseroan mengakui adanya risiko dilusi kepemilikan.

Bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam aksi private placement ini, kepemilikan mereka berpotensi terdilusi hingga maksimal 10 persen.

Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan wajib mendapatkan restu dari para pemegang saham.

Agenda persetujuan ini akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPS Independen).

Jadwal pelaksanaan RUPS Independen tersebut telah ditetapkan pada Rabu, 30 September 2026 mendatang.

Dengan langkah ini, VISI berupaya mempercepat langkah transformasinya di industri kesehatan nasional.

Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus utama karena dianggap memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan bagi portofolio perusahaan di masa depan.

Perusahaan terus mematangkan persiapan teknis dan administratif agar aksi korporasi ini berjalan sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku di Indonesia.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar