IHSG berhasil mencatatkan reli tujuh hari berturut-turut dengan penguatan 4,24% sepanjang pekan. Meski demikian, investor asing masih membukukan aksi jual bersih pada sejumlah saham big caps, sehingga pelaku pasar perlu mencermati pergerakan arus modal asing yang masih fluktuatif.
IHSG mencatatkan kinerja impresif dengan menguat 4,24 persen sepanjang pekan ini. Indeks acuan domestik tersebut berhasil bangkit dan sukses menembus level psikologis 6.000, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi serta aksi beli bersih dari investor asing.
Badan Gizi Nasional mengungkapkan bahwa 315 unit dapur SPPG belum beroperasi dengan tunggakan biaya konstruksi mencapai Rp1,04 triliun. Pemerintah baru membayar 20 persen dari total nilai proyek, sementara proses audit fisik dan koordinasi anggaran dengan Kementerian Keuangan masih dilakukan.
IHSG mencatatkan reli penguatan selama tujuh hari berturut-turut hingga menembus level 6.175,53. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli bersih investor asing pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp 17.982 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pergerakan positif rupiah ini tampak kontras di tengah mayoritas mata uang Asia yang justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah akibat aksi jual masif pada sektor semikonduktor, meski Dow Jones tetap menguat. Investor melakukan ambil untung di tengah data ekonomi AS yang menunjukkan inflasi mereda dan belanja konsumen yang masih tangguh.
IHSG sesi pertama hari ini ditutup menguat 0,47 persen ke level 6.067 dengan dukungan aksi beli bersih investor asing senilai Rp54,47 miliar. Sebanyak 360 saham bergerak di zona hijau, didorong oleh sektor bahan baku yang mencatatkan kinerja positif di tengah optimisme pasar regional.
Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren penguatan hingga sesi perdagangan siang di level Rp 18.077 per dolar AS. Kinerja ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di kawasan Asia setelah ringgit Malaysia.
IHSG ditutup menguat tipis dengan volatilitas tinggi akibat tekanan jual pada sektor perbankan. Di tengah potensi koreksi pasar, investor dapat mencermati rekomendasi saham RAJA, SMDR, dan WIFI untuk strategi perdagangan hari ini.
Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp18.091 per dolar AS pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Penguatan sebesar 0,10 persen ini sejalan dengan tren positif mata uang regional Asia yang dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS secara global.
Platform Qlola by BRI mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 51 persen secara tahunan pada semester I 2026. Capaian ini didorong oleh pembaruan sistem dan integrasi layanan finansial yang mempermudah pengelolaan keuangan korporasi secara efisien dan terpusat.
Transaksi Tumbuh 51 Persen, Qlola by BRI Perkuat Ekosistem Finansial
Harga emas batangan Antam kembali mengalami kenaikan sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.740.000 per gram pada Sabtu (22/8/2026). Selain harga jual, harga buyback emas Antam juga ikut naik ke level Rp2.600.000 per gram di tengah dinamika pasar komoditas global.
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Menjadi Rp2.740.000 per Gram
Kementerian Perhubungan mendorong transparansi pembagian pendapatan ojek online agar pengemudi memahami rincian tarif yang diterima. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi perbedaan persepsi mengenai potongan biaya aplikasi yang sering memicu konflik antara mitra dan aplikator.
Kemenhub Ungkap Alasan Pendapatan Ojol Tak Sepenuhnya Milik Pengemudi
Saham emiten pengelola Texas Chicken, PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), melonjak 116% dalam sebulan hingga menyentuh batas auto reject atas. Meski harga saham melesat, investor perlu waspada karena perusahaan masih mencatatkan kerugian bersih pada semester I 2026.
Saham Pemilik Texas Chicken Melonjak 116%, Investor Perlu Waspadai Kerugian