IHSG ditutup melemah 0,30% ke level 6.315,31 akibat tekanan sentimen global dan lonjakan harga minyak mentah dunia. Investor kini cenderung bersikap defensif di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah diprediksi kembali tertekan hari ini akibat memanasnya konflik geopolitik antara AS dan Iran yang mendorong investor beralih ke dolar AS. Selain sentimen global, perlambatan konsumsi rumah tangga dan kontraksi investasi domestik turut membebani pergerakan mata uang Garuda.
Rupiah diprediksi melanjutkan penguatan hari ini seiring solidnya data ekonomi domestik dan kinerja dunia usaha. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat menekan harga minyak dunia.
Rupiah berhasil menguat ke bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS seiring melemahnya indeks dolar global. Analisis teknikal mingguan kini menunjukkan potensi penguatan lanjutan bagi mata uang Garuda menuju kisaran Rp17.688 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp 17.982 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pergerakan positif rupiah ini tampak kontras di tengah mayoritas mata uang Asia yang justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren penguatan hingga sesi perdagangan siang di level Rp 18.077 per dolar AS. Kinerja ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di kawasan Asia setelah ringgit Malaysia.
Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp18.091 per dolar AS pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Penguatan sebesar 0,10 persen ini sejalan dengan tren positif mata uang regional Asia yang dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS secara global.
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.109 per dolar AS akibat tekanan ganda dari konflik global di Timur Tengah serta isu ketidakpastian hukum di dalam negeri. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor dan diprediksi akan membuat pergerakan mata uang nasional tetap volatil dalam waktu dekat.
Nilai tukar rupiah berhasil menguat 0,35% ke level Rp18.065 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat. Meski mencatatkan kenaikan harian, mata uang Garuda masih mencatatkan akumulasi pelemahan sebesar 0,56% sepanjang pekan ini.
Nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis ke level Rp17.980 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Kinerja positif ini menunjukkan ketahanan mata uang Garuda di tengah dinamika pasar keuangan Asia yang cenderung bervariasi.
Rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk menetapkan standar tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab. Transparansi rantai pasok dan standar lingkungan yang ketat menjadi kunci utama agar bursa tidak sekadar mengejar harga.
Bursa Mineral Jadi Standar Pengelolaan Mineral Kritis yang Bertanggung Jawab
FTSE Russell resmi mendepak 29 saham Indonesia dari daftar indeks global hasil rebalancing periode September 2026. Simak daftar lengkap emiten yang keluar, mulai dari sektor perbankan hingga properti seperti PTPP dan DILD dalam ulasan berikut.
Daftar Lengkap 29 Saham yang Didepak FTSE: PTPP hingga DILD
Saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) melonjak 40,94 persen dalam lima hari terakhir pasca pengumuman rencana akuisisi perusahaan di sektor pengolahan gas bumi. Langkah strategis ini menjadi katalis utama bagi transformasi bisnis emiten tersebut menuju sektor energi yang lebih menjanjikan.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp 17.694 per dolar AS berkat penurunan imbal hasil US Treasury. Meski dibayangi tantangan defisit transaksi berjalan dan risiko inflasi pangan, mata uang Garuda diproyeksikan bergerak di rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.900 pada pekan depan.
Rupiah Ditutup Menguat, Simak Proyeksi Pergerakannya di Pekan Depan