Sensus Ekonomi 2026
Pemkab Tanah Datar Mulai Pendataan Sensus Ekonomi 2026
Jun. 17, 2026
Agu. 9, 2026
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menghadapi tantangan karena banyaknya pelaku UMKM yang enggan berpartisipasi akibat kekhawatiran terkait pajak. Padahal, data sensus sangat krusial bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan pemberdayaan dan bantuan usaha yang tepat sasaran di masa depan.
Jakarta – Pemerintah kini menargetkan pendataan menyeluruh terhadap pelaku usaha perempuan melalui Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) guna memperkuat basis data kebijakan ekonomi nasional. Langkah ini
Jul. 4, 2026
Jakarta – Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan memprioritaskan pemetaan kontribusi perempuan pengusaha ultra mikro sebagai pilar utama ekonomi nasional. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis
Jul. 1, 2026
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh pelaku usaha di Indonesia tanpa terkecuali. Langkah ini diambil untuk memotret struktur
Jun. 17, 2026
Tanah Datar – Sebanyak 458 petugas sensus resmi diterjunkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Datar untuk memetakan kondisi ekonomi daerah melalui Sensus Ekonomi
IHSG ditutup melemah 0,75 persen ke level 6.146,76 akibat sentimen negatif dari bursa saham kawasan Asia. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran inflasi global serta data cadangan devisa nasional yang mengalami kontraksi tipis pada September 2026.

Wall Street terkoreksi dari level rekor akibat lonjakan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi AS yang mencapai level tertinggi sejak 2002. Investor kini menanti risalah pertemuan The Fed untuk mencari petunjuk arah suku bunga di tengah kekhawatiran pasar yang semakin meningkat.

Bank Banten membantah adanya informasi atau fakta material tersembunyi di balik lonjakan signifikan volume dan harga saham BEKS baru-baru ini. Manajemen menegaskan tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat dan memastikan seluruh data operasional telah disampaikan secara transparan.

IHSG tergelincir 0,76% ke level 6.146 setelah reli tiga hari terhenti akibat aksi jual masif investor asing. Tercatat net sell sebesar Rp871 miliar, dengan saham BBCA dan GOTO menjadi sasaran utama pelepasan oleh investor mancanegara.





