Jakarta – Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang periode 18 hingga 21 Agustus 2026.
Data resmi BEI menunjukkan pertumbuhan pada hampir seluruh indikator utama pasar modal domestik.
Peningkatan paling mencolok terjadi pada volume transaksi harian yang melonjak hingga 47,90 persen.
Rata-rata volume transaksi harian kini mencapai 50,30 miliar saham.
Angka tersebut naik drastis dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya mencatatkan 34,01 miliar saham.
Selain volume, frekuensi transaksi harian juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,52 persen.
Indikator frekuensi transaksi harian tercatat mencapai 2,21 juta kali.
Sebelumnya, frekuensi transaksi harian berada di angka 2,09 juta kali.
Nilai transaksi harian di bursa domestik turut menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 2,36 persen.
Rata-rata nilai transaksi harian kini berada di level Rp15,57 triliun.
Pencapaian ini melampaui data pekan sebelumnya yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp15,21 triliun.
Kinerja positif pasar modal juga tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG ditutup menguat 1,93 persen sepanjang periode perdagangan tersebut.
Indeks acuan ini berakhir di level 6.525,690, naik dari posisi 6.401,888 pada pekan sebelumnya.
Dalam perdagangan harian terakhir, IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen.
Kenaikan indeks secara otomatis turut mendongkrak nilai kapitalisasi pasar BEI.
Kapitalisasi pasar BEI meningkat 1,83 persen menjadi Rp11.449 triliun.
Angka ini tumbuh dari nilai kapitalisasi pasar pekan sebelumnya yang sebesar Rp11.243 triliun.
Sentimen investor asing di pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika yang variatif.
Pada hari perdagangan terakhir pekan ini, investor asing mencatatkan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp974,58 miliar.
Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2026, arus modal asing masih cenderung keluar.
Investor asing hingga saat ini masih membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp70,64 triliun.
Peningkatan aktivitas perdagangan ini menjadi indikator vital bagi stabilitas pasar modal nasional di tengah kondisi ekonomi global.
Data ini dirilis berdasarkan laporan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (23/8/2026).
Lonjakan volume yang mencapai hampir 50 persen mengindikasikan tingginya partisipasi pelaku pasar dalam kurun waktu empat hari tersebut.
Para analis menilai penguatan IHSG yang menembus level 6.500 memberikan optimisme baru bagi investor domestik.
Stabilitas kapitalisasi pasar di atas Rp11.000 triliun juga menunjukkan ketahanan fundamental emiten di BEI.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada bagaimana investor asing merespons kebijakan moneter dan tren ekonomi domestik hingga akhir tahun.
Meskipun masih mencatatkan net sell secara tahunan, aksi beli bersih pada penutupan pekan ini memberikan sinyal positif bagi pergerakan indeks di pekan mendatang.






















