Liga Belanda Usut Status Pemain, Regulasi Imigrasi Terbentur

persen

kasus-paspor-gate-di-liga-belanda-mengungkap-kompleksitas-regulasi-dan-status-pemain-diaspora
Kasus Paspor Gate di Liga Belanda Mengungkap Kompleksitas Regulasi dan Status Pemain Diaspora

Belanda – Kasus dugaan pelanggaran paspor atau “paspoortgate” mengguncang Liga Belanda. Sejumlah pemain terindikasi memiliki status kewarganegaraan dan izin kerja yang bermasalah.

Isu ini mencuat setelah klub NAC Breda melayangkan protes kepada KNVB, federasi sepak bola Belanda, terkait keabsahan pemain Go Ahead Eagles, Dean James. Protes itu diajukan usai NAC Breda kalah telak 0-6 pada 15 Maret lalu.

Meski polemik mencuat, otoritas liga memastikan hasil pertandingan tetap sah.

Selain Dean James, tiga pemain Indonesia, yakni Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens, masuk dalam daftar 25 pemain yang izin kerjanya dipermasalahkan oleh Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda.

Sementara itu, Maarten Paes, Miliano Jonathans, dan Mees Hilgers dipastikan tidak termasuk dalam daftar tersebut.

KNVB dan Eredivisie CV, operator liga, kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga integritas kompetisi. Mereka sangat bergantung pada dokumen yang diverifikasi oleh lembaga negara.

Direktur Eredivisie CV, Jan de Jong, menegaskan bahwa pemain non-Eropa harus mengajukan izin masuk kembali atau izin tinggal humaniter yang tidak bersifat sementara.

Masalah ini semakin rumit karena Belanda memiliki aturan ketat terkait kewarganegaraan ganda. Banyak pemain memiliki latar belakang diaspora dari Suriname, Cape Verde, dan Curacao.

Kasus ini menunjukkan bahwa persoalan paspor bukan sekadar masalah administratif. Ini berkaitan dengan aspek hukum, identitas, dan kepentingan ekonomi dalam sepak bola modern.

Rekomendasi