IHSG Menguat 1,43% Didorong Lonjakan Saham BREN, CUAN, dan RAJA

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,43% ke level 6.217,88 pada sesi pertama perdagangan Jumat (29/5/2026). Performa positif ini didorong oleh aksi beli investor pada sejumlah saham milik konglomerat Tanah Air.

Sepanjang tiga jam perdagangan, indeks bergerak fluktuatif di rentang 6.111,97 hingga 6.230,50. Saham-saham dari grup Barito dan afiliasi konglomerat lainnya mendominasi jajaran top gainers.

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) memimpin penguatan dengan melonjak 25% ke level Rp3.300. Kenaikan tajam juga dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar 24,75% ke Rp630 dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang menguat 23,15% ke Rp1.915.

Dominasi penguatan saham konglomerat berlanjut pada emiten milik Happy Hapsoro, yakni PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang melesat 24,59% ke Rp760, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) naik 10,56% ke Rp3.560, serta PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) yang menguat 14,15% ke Rp4.840.

Selain itu, saham dari Merdeka Group juga kompak menghijau. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) naik 1,32%, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menguat 2,94%, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 0,37%.

Emiten lainnya yang turut mencatatkan kenaikan signifikan meliputi PT Petrosea Tbk. (PTRO) sebesar 20,59%, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) 15,89%, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat 10,29%.

Meski IHSG menunjukkan tren penguatan, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengingatkan bahwa pasar masih berada dalam tren konsolidasi melemah. Ia mematok area resistance di level 6.240 dan support di 6.060.

Menurut Reza, pelaku pasar masih perlu mencermati tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati level 16.800 per dolar AS. Sentimen ini berisiko memicu tekanan jual atau capital outflow. Selain itu, proses rebalancing MSCI pada penutupan perdagangan hari ini diprediksi akan meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Rekomendasi