Nitrasanata Dharma Patok Harga IPO Rp1.250, Incar Dana Rp609 Miliar

persen

Jakarta – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JEXC), pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata JEC Eye Hospitals & Clinics, resmi menetapkan harga penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 1.250 per lembar saham.

Masa penawaran umum untuk saham ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai Rabu (1/7/2026) hingga Jumat (3/7/2026).

Melalui aksi korporasi ini, perusahaan melepas maksimal 487,98 juta lembar saham baru kepada publik.

Jumlah saham tersebut setara dengan 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah proses IPO rampung.

Selain penerbitan saham baru, perseroan juga melepas 162,88 juta saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K).

Saham divestasi tersebut mewakili porsi 2 persen dari total modal ditempatkan dan disetor pasca penawaran umum.

Dengan harga tersebut, JEXC berpotensi mengantongi total dana segar mencapai Rp 609,97 miliar dari seluruh rangkaian penawaran saham.

Perinciannya, sebesar Rp 406,65 miliar berasal dari penerbitan saham baru, sementara Rp 203,32 miliar berasal dari hasil divestasi.

Manajemen JEXC juga mengonfirmasi pelaksanaan program alokasi saham karyawan atau Employee Stock Allocation (ESA) dalam gelaran IPO ini.

Sebanyak 11,16 juta lembar saham, atau sekitar 2,29 persen dari jumlah saham yang ditawarkan, dialokasikan khusus bagi karyawan perusahaan.

Dana hasil bersih dari penerbitan saham baru akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis.

Sebanyak Rp 49 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Selanjutnya, perseroan mengalokasikan Rp 100 miliar untuk pelunasan lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.

Dana sebesar Rp 185 miliar rencananya akan disalurkan kepada entitas anak perusahaan untuk mendukung operasional mereka.

Perincian penyaluran dana tersebut meliputi Rp 50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali.

Sebesar Rp 100 miliar akan disalurkan sebagai pinjaman kepada PT Orbita.

Sisanya, sebesar Rp 35 miliar, akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera.

Sisa dana dari hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan untuk mendukung pembiayaan kegiatan operasional sehari-hari.

Penggunaan modal kerja ini dijadwalkan akan dilakukan secara bertahap dengan batas waktu maksimal hingga 31 Desember 2027.

Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan kesehatan mata yang dikelola oleh JEXC di berbagai wilayah Indonesia.

Para investor yang berminat dapat berpartisipasi dalam masa penawaran umum sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh perseroan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar