Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan Senin (6/7) dengan mencatatkan penguatan signifikan di tengah fluktuasi pasar regional.
Data RTI Business menunjukkan indeks acuan domestik tersebut melonjak 55,199 poin atau setara dengan 0,94 persen menuju posisi 5.930,980 pada pukul 09.07 WIB.
Sentimen positif tampak mendominasi lantai bursa pada pembukaan pagi ini.
Mayoritas saham emiten tercatat berada di zona hijau dengan total 348 saham mengalami apresiasi harga.
Di sisi lain, terdapat 129 saham yang terpaksa melemah akibat tekanan jual dari pelaku pasar.
Sementara itu, sebanyak 203 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dari penutupan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan domestik menunjukkan antusiasme investor yang cukup tinggi sejak menit-menit awal pembukaan.
Volume transaksi yang berhasil dibukukan mencapai 2,073 miliar lembar saham.
Nilai transaksi atau turnover yang tercatat di bursa mencapai angka Rp 987,773 miliar.
Frekuensi perdagangan juga terpantau sangat aktif dengan total 153.538 kali transaksi yang dilakukan investor.
Pergerakan IHSG ini selaras dengan tren positif yang terjadi di beberapa bursa utama Asia lainnya.
Indeks Hang Seng di Hong Kong mencatatkan lonjakan sebesar 0,84 persen ke level 23.545,359.
Kondisi serupa juga terlihat pada Shanghai Composite Index di China yang berhasil menguat 0,29 persen ke level 4.055,409.
Namun, tidak semua bursa di kawasan Asia mengikuti tren penguatan tersebut.
Indeks Nikkei 225 di Tokyo justru mengalami tekanan dengan pelemahan sebesar 0,74 persen ke level 69.225,500.
Senada dengan pasar Jepang, Straits Times Index di Singapura juga mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,16 persen ke posisi 5.236,020.
Kinerja IHSG yang berada di zona positif ini memberikan sinyal optimisme bagi para investor di Indonesia di awal pekan.
Kuatnya performa domestik meski dihadapkan pada variasi kinerja bursa global menunjukkan ketahanan pasar modal nasional.
Analis pasar modal, seperti yang dikutip dari laman resmi RTI Business, Senin (6/7), menilai bahwa dinamika perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan rilis data ekonomi regional.
Volume transaksi yang mencapai miliaran lembar di awal sesi menjadi indikator kuatnya likuiditas di pasar saham saat ini.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati keberlanjutan tren penguatan tersebut hingga penutupan sesi perdagangan sore nanti.
Faktor keberagaman saham yang menguat menjadi bukti bahwa akumulasi beli tidak hanya terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar, namun juga merata ke berbagai sektor.
Keberhasilan IHSG menembus level 5.930 menjadi catatan penting bagi investor dalam memetakan strategi portofolio mereka untuk pekan ini.























