Rupiah Menguat Tipis ke Rp 17.914 per Dolar AS Pagi Ini

persen

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 17.914 per Dolar AS Pagi Ini

Jakarta – Nilai tukar mata uang rupiah di pasar spot menunjukkan pergerakan positif pada pembukaan perdagangan Kamis (23/7/2026).

Mata uang Garuda mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,02% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi rupiah kini berada di level Rp 17.914 per dolar AS.

Angka ini sedikit lebih kuat dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang bertengger di level Rp 17.917 per dolar AS.

Tren penguatan ini tidak terjadi secara terisolasi pada rupiah saja.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau kompak menguat di hadapan mata uang Paman Sam pada pagi hari ini.

Won Korea memimpin daftar penguatan mata uang regional dengan apresiasi sebesar 0,67%.

Dolar Taiwan menyusul di urutan berikutnya dengan kenaikan nilai tukar sebesar 0,49%.

Dolar Singapura mencatatkan penguatan sebesar 0,11%.

Yuan China turut menguat sebesar 0,08%.

Yen Jepang mengalami apresiasi sebesar 0,06%.

Sementara itu, baht Thailand dan peso Filipina masing-masing mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,02%.

Dolar Hong Kong juga berada di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,001%.

Kondisi pasar valuta asing di Asia pagi ini cukup kontras jika melihat pergerakan ringgit Malaysia.

Ringgit menjadi satu-satunya mata uang di kawasan Asia yang harus terkoreksi di hadapan dolar AS, yakni sebesar 0,02%.

Pergerakan nilai tukar regional ini dipengaruhi oleh dinamika indeks dolar AS secara global.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia berada di level 101,06.

Angka tersebut menunjukkan pelemahan jika dibandingkan dengan posisi pada hari sebelumnya yang berada di level 101,12.

Kondisi ini memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk melakukan perlawanan terhadap tekanan dolar AS.

Para pelaku pasar saat ini tengah memantau berbagai sentimen global yang memengaruhi kebijakan moneter di berbagai negara.

Stabilitas rupiah yang terjaga di kisaran tersebut diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi aktivitas ekonomi domestik.

Selain pasar valuta asing, sektor pasar modal domestik juga menunjukkan pergerakan yang selaras.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada perdagangan sesi awal hari ini.

Sejumlah saham emiten berkapitalisasi besar, seperti BUMI, ESSA, dan DEWA, tercatat menjadi jajaran top gainers dalam indeks LQ45.

Kombinasi antara penguatan nilai tukar dan kenaikan indeks saham mencerminkan optimisme investor di pasar keuangan Indonesia.

Sentimen positif ini diprediksi akan berlanjut sepanjang sesi perdagangan hari ini, bergantung pada rilis data ekonomi global maupun regional yang akan memengaruhi arus modal masuk ke pasar domestik.

Para analis terus memantau apakah penguatan rupiah ini dapat bertahan hingga penutupan pasar di sore nanti.

Kestabilan nilai tukar menjadi fokus utama dalam menjaga daya beli masyarakat serta biaya impor di tengah volatilitas ekonomi dunia.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar