Jakarta – Sektor manufaktur Indonesia mulai menunjukkan geliat positif setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) Juli 2026 kembali ke zona ekspansif di angka 50,2.
Meski demikian, para pakar ekonomi memperingatkan bahwa kebangkitan ini belum menjamin terjadinya gelombang perekrutan tenaga kerja secara masif dalam waktu dekat.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai proses penyerapan tenaga kerja di industri masih akan berjalan lambat.
“Menurut saya untuk sisi dari industri masih cukup lambat,” ungkap Faisal, Selasa (4/8).
Faisal menjelaskan bahwa perekrutan yang terjadi saat ini lebih didorong oleh upaya perusahaan mengisi kembali posisi yang sebelumnya dipangkas akibat efisiensi biaya, bukan karena lonjakan permintaan yang signifikan.
Ia menambahkan, ketergantungan pada pasar domestik yang terbatas serta penurunan permintaan ekspor membuat kondisi industri manufaktur masih tergolong rentan.
Menurutnya, sektor makanan dan minuman menjadi tumpuan utama penyerapan tenaga kerja karena sifatnya yang memproduksi kebutuhan pokok masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada, Tadjuddin Noer Effendi, menyebut pemulihan PMI memang menjadi sinyal stabilisasi pasar.
Namun, ia menekankan bahwa ketidakpastian ekonomi global, termasuk penurunan ekspor nikel ke China, membuat proyeksi ke depan sulit dipastikan.
“Enggak tahu bulan ke depan bagaimana. Belakangan ini juga ekspor nikel kita ke China mulai menurun juga. Jadi, kita enggak bisa meramalkan apa yang terjadi di bulan yang akan datang,” tutur Tadjuddin.
Tadjuddin memprediksi industri padat karya seperti tekstil, garmen, dan alas kaki akan menjadi sektor yang paling berpeluang menyerap banyak tenaga kerja jika tren positif ini berlanjut.
Untuk mempercepat pemulihan tersebut, ia mendesak pemerintah agar segera memberikan insentif konkret bagi pelaku usaha.
“Pemerintah memberikan insentif pada industri-industri yang segera menyerap tenaga kerja, apakah kredit atau keringanan pajak,” pungkasnya.























