Jakarta – Nilai tukar mata uang rupiah mencatatkan penguatan tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (21/8/2026).
Data pasar menunjukkan posisi rupiah berada di level Rp 17.710 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 09.20 WIB.
Angka tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 0,21% dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Sebelumnya, mata uang Garuda sempat bertengger di level Rp 17.748 per dolar AS.
Tren penguatan rupiah ini sejalan dengan kondisi mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga sedang menguat terhadap dolar AS.
Won Korea memimpin daftar mata uang dengan apresiasi tertinggi di Asia pagi ini, yakni sebesar 0,96%.
Dolar Taiwan menyusul dengan kenaikan sebesar 0,23% terhadap mata uang Paman Sam tersebut.
Di posisi berikutnya, rupiah menduduki peringkat ketiga dengan penguatan 0,21%.
Baht Thailand turut mencatatkan kenaikan nilai sebesar 0,15% pada sesi perdagangan pagi.
Dolar Singapura mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,12%.
Sementara itu, yen Jepang dan yuan China masing-masing mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02%.
Dolar Hong Kong juga berada di zona hijau dengan kenaikan minimal sebesar 0,001%.
Namun, tidak semua mata uang Asia mengikuti tren positif tersebut.
Ringgit Malaysia tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,02% terhadap dolar AS.
Peso Filipina juga terkoreksi dengan penurunan nilai sebesar 0,08%.
Sentimen pergerakan mata uang regional ini dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS secara global.
Indeks dolar yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia saat ini berada di level 98,76.
Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya yang berada di level 98,89.
Pergerakan rupiah hari ini diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi pasar keuangan domestik.
Sentimen positif dari pasar Asia menjadi katalis utama bagi mata uang domestik untuk kembali menguat.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati dinamika kebijakan moneter global yang berdampak pada fluktuasi indeks dolar.
Kondisi ekonomi domestik yang dinamis turut menjadi faktor pendukung bagi performa rupiah di pasar spot.
Hingga menjelang tengah hari, pergerakan mata uang domestik terpantau masih berada dalam rentang positif.
Para investor terus memantau perkembangan data ekonomi regional sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi.
Stabilitas rupiah menjadi fokus utama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.
Secara keseluruhan, pasar valuta asing Asia menunjukkan optimisme terbatas pada perdagangan akhir pekan ini.





















