Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Pasar Cermati The Fed dan Geopolitik

persen

Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas, Pasar Cermati The Fed dan Geopolitik

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi akan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, Jumat (28/8/2026).

Fluktuasi mata uang Garuda ini sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan dinamika di dalam negeri.

Berdasarkan data Bloomberg, posisi rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026) berada di level Rp 17.744 per dolar AS.

Angka tersebut mencatatkan pelemahan sebesar 0,11 persen dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.725 per dolar AS.

Kondisi serupa juga terlihat pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang terdepresiasi 0,25 persen menjadi Rp 17.762 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa pasar domestik saat ini tengah merespons positif situasi keamanan nasional.

Ibrahim menyoroti aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) yang dinilai berjalan tertib dan damai.

“Setelah aspirasi diterima anggota dewan berjanji terus mengawal sampai tanggal 15 Desember 2026 batas akhir pengesahan RUU Perampasan Aset maka aksi unjuk rasa berakhir dengan tertib, dan massa membubarkan diri secara kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian,” ujar Ibrahim, Kamis (27/8/2026).

Respons positif pasar tersebut muncul karena anggota DPR RI bersedia menemui langsung massa aksi untuk mendengarkan desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Di samping faktor domestik, pergerakan nilai tukar juga dibayangi oleh sentimen dari kawasan Timur Tengah.

Pasar sedang memantau potensi dibukanya kembali Selat Hormuz melalui pembicaraan antara Iran dan Qatar.

Menurut pengamat tersebut, pembukaan kembali jalur strategis ini berpotensi meredam gangguan pasokan energi global.

Saat ini, Iran dan Oman dilaporkan sedang memfinalisasi rincian kesepakatan pengelolaan jalur penghubung produsen minyak utama tersebut.

Sementara itu, dari sisi eksternal, pelaku pasar menanti arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang menjadi penentu utama kekuatan dolar AS.

Fokus investor tertuju pada rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan serta agenda penting di akhir pekan.

“Fokus pasar hari ini adalah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat besok,” jelas Ibrahim, Kamis (27/8/2026).

Data ketenagakerjaan dan pernyataan pejabat Federal Reserve akan menjadi indikator krusial bagi pelaku pasar dalam menentukan posisi aset mereka.

Setiap perubahan ekspektasi terhadap suku bunga The Fed secara langsung akan memengaruhi indeks dolar AS dan berdampak signifikan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Mempertimbangkan segala variabel tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang harga Rp 17.740 hingga Rp 17.790 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar