Bakrie Sumatera (UNSP) Terbitkan 14,50 Miliar Saham Baru, Simak Rinciannya

Kholida Rahman

Bakrie Sumatera (UNSP) Terbitkan 14,50 Miliar Saham Baru, Simak Rinciannya

Jakarta – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) resmi merampungkan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Langkah strategis ini dieksekusi perusahaan pada tanggal 4 Agustus 2026.

Total sebanyak 14,50 miliar saham baru Seri B telah diterbitkan oleh perseroan.

Angka tersebut setara dengan 14.505.112.734 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Manajemen UNSP menetapkan harga pelaksanaan private placement ini di angka Rp300 per saham.

Besaran jumlah saham baru ini mencapai 580,17% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Pelaksanaan PMTHMETD dilakukan berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa perseroan yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2026,” sebut jajaran Direksi UNSP melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (6/8/2026).

Terdapat 11 entitas dan individu yang menjadi penerima saham baru dalam aksi korporasi ini.

Poseidon Corporate Services Limited tercatat sebagai penerima saham terbanyak dengan total 9.461.314.663 saham.

Selanjutnya, Unbounded Opportunities Fund SPC-Alpha Investments SP menerima sebanyak 3.005.863.413 saham.

PT Bakrie Capital Indonesia turut menyerap 441.222.983 saham.

Pacific Harbor Advisors Pte Ltd menerima 398.813.333 saham dan Indo Alam Resources Pte Ltd mendapatkan 373.582.000 saham.

PT Biofuel Indo Sumatra tercatat menerima 309.854.678 saham.

Alexander Kirk Bradford menerima 283.016.666 saham.

Drake Private Investments LLC menerima 113.206.666 saham.

Netland Investments Limited menerima 56.603.333 saham.

Sundaresan Hariharan menerima 28.301.666 saham.

Terakhir, PT Danatama Makmur Sekuritas menerima 33.333.333 saham.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada 28 Juli 2026, agenda utama private placement ini adalah konversi utang menjadi modal.

Total nilai utang yang dikonversikan ke dalam saham baru tersebut mencapai Rp4,35 triliun.

Manajemen UNSP menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya krusial dalam memperkuat struktur permodalan perusahaan.

“Dengan dilakukannya transaksi konversi utang menjadi saham baru melalui mekanisme PMTHMETD ini diharapkan akan memperbaiki posisi keuangan perseroan, sehingga bisa memiliki rasio utang yang lebih sehat, beban keuangan berkurang, dan arus kas yang lebih kuat di masa yang akan datang,” ungkap manajemen dalam prospektus perseroan.

Pengurangan beban keuangan melalui konversi utang ini diharapkan memberikan ruang gerak lebih luas bagi perusahaan untuk menjalankan operasional bisnisnya.

Langkah ini juga menjadi indikator upaya manajemen dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan ekonomi global.

Perubahan struktur modal ini dipastikan telah melalui prosedur hukum dan persetujuan pemegang saham yang sah.

Penerbitan saham baru ini juga tercatat secara resmi dalam sistem administrasi efek perseroan.

Pasar merespons positif langkah restrukturisasi utang yang dilakukan melalui mekanisme pasar modal tersebut.

Keterbukaan informasi ini menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan mengenai perubahan jumlah saham beredar UNSP.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar