Bank bjb Catatkan Pertumbuhan Laba Bersih 58,8 Persen

Bank bjb catat laba bersih semester I 2026 naik 58,8%, didorong strategi efisiensi operasional, optimalkan pendapatan komisi, dan transformasi digital melalui aplikasi DIGI.

Ikhwan Setiawan

laba-bank-bjb-tumbuh-58,8%,-aset-sentuh-rp228,2-triliun
Laba bank bjb Tumbuh 58,8%, Aset Sentuh Rp228,2 Triliun

Bandung – Laba bersih bank bjb melonjak tajam sebesar 58,8 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp783 miliar pada Semester I 2026.

Lonjakan profitabilitas ini menjadi bukti keberhasilan perseroan dalam menerapkan strategi efisiensi operasional dan optimalisasi pendapatan berbasis komisi.

Capaian kinerja keuangan tersebut disampaikan manajemen dalam acara Earnings Call Triwulan II dan Public Expose 2026 di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7).

Manajemen bank bjb menyatakan bahwa pertumbuhan laba ini didorong oleh strategi rekomposisi aset dan liabilitas yang dijalankan secara konsisten.

“Kami berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan kualitas aset,” ujar perwakilan manajemen dalam paparan tersebut.

Secara konsolidasi, bank bjb mencatatkan total aset mencapai Rp228,2 triliun hingga akhir Juni 2026.

Kontribusi dari perusahaan anak tercatat sebesar Rp44,2 triliun atau 19,4 persen dari total aset grup.

Di sektor penyaluran kredit, perseroan membukukan angka Rp140,4 triliun dengan segmen konsumer sebagai penopang utama.

Portofolio kredit konsumer mencapai Rp74,2 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga sangat rendah di level 0,56 persen.

Selain itu, bank bjb mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp160,9 triliun yang memperkuat struktur likuiditas perusahaan.

Transformasi digital melalui aplikasi DIGI juga berkontribusi signifikan dengan rata-rata pembukaan 12.000 rekening baru setiap bulannya.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pemerintah daerah dan memperluas basis dana murah (CASA).

Strategi growth with quality akan tetap menjadi fokus utama untuk menjaga daya saing di tengah dinamika industri perbankan nasional.

Rekomendasi