Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang periode perdagangan 13 hingga 17 Juli 2026.
Data resmi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7/2026), menunjukkan IHSG berhasil menguat sebesar 4,24 persen.
Indeks ditutup pada level 6.175,535, meningkat signifikan dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 5.924,36.
Tren kenaikan ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik.
Kapitalisasi pasar BEI tercatat mengalami lonjakan sebesar Rp409 triliun selama sepekan tersebut.
Secara akumulatif, nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp10.749 triliun, tumbuh 3,95 persen dibandingkan pekan lalu yang berada di angka Rp10.340 triliun.
Di tengah optimisme pasar, sejumlah emiten mencatatkan fluktuasi harga yang tajam, baik dalam kategori penguatan tertinggi maupun koreksi terdalam.
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) memimpin daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi atau top gainers.
Saham AGAR tercatat melesat sebesar 138,21 persen hingga menyentuh level harga Rp505 per lembar.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dengan penguatan 77,06 persen menjadi Rp386.
Selanjutnya, saham PT First Media Tbk (KBLV) menguat 69,14 persen ke level Rp137 per lembar.
Kenaikan signifikan juga dialami oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebesar 59,70 persen dengan harga penutupan Rp29.225.
Daftar sepuluh saham dengan performa terbaik pekan ini dilengkapi oleh PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) yang naik 46,60 persen menjadi Rp151.
Disusul oleh PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) dengan kenaikan 44,15 persen ke harga Rp1.355.
Saham PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat 35,58 persen menjadi Rp705.
Selain itu, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) mencatatkan kenaikan 35,51 persen ke posisi Rp725.
Dua posisi terakhir di jajaran top gainers diisi oleh PT Harapan Duta Pertiwia Tbk (HOPE) yang naik 35 persen menjadi Rp216, serta PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) yang menguat 34,01 persen menjadi Rp197.
Di sisi lain, terdapat pula emiten yang mengalami tekanan jual cukup dalam, yang dikategorikan sebagai top losers.
PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi saham dengan koreksi paling dalam sepanjang pekan lalu.
Harga saham JELI merosot hingga 40,13 persen dan ditutup pada level Rp895 per lembar.
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menyusul dengan pelemahan sebesar 21,56 persen menjadi Rp131.
Saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) juga mengalami penurunan sebesar 19,15 persen menjadi Rp228.
Daftar ini diikuti oleh PT Panca Global Securities Tbk (PEGE) yang terkoreksi 14,42 persen ke harga Rp89.
PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) mencatatkan penurunan 13,21 persen menjadi Rp92.
Selanjutnya, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) melemah 12,68 persen menjadi Rp358.
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 12,18 persen ke level Rp2.740.
PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) terkoreksi 10,40 persen menjadi Rp448.
Sementara itu, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) turun 9,75 persen ke posisi Rp1.805, dan PT Minna Padi Aset Manajemen Tbk (PADI) menutup daftar dengan pelemahan 9,59 persen menjadi Rp66 per lembar.





















