Jakarta – Direktur PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), Adrian Hartadi, menunjukkan langkah strategis di tengah tren pelemahan harga saham perusahaan dengan menambah kepemilikan sahamnya secara signifikan.
Langkah ini dilakukan meski kinerja harga saham emiten tersebut terus tertekan sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (21/7/2026), Adrian Hartadi tercatat membeli 42.100 saham RATU pada 16 Juli 2026.
Pembelian tersebut dilakukan pada harga Rp 5.100 per lembar saham.
Total nilai transaksi pembelian saham ini mencapai sekitar Rp 214,71 juta.
Keputusan investasi ini menarik perhatian pasar karena harga beli yang ditetapkan Adrian berada di atas harga penutupan pasar pada hari transaksi tersebut, yakni Rp 5.000 per saham.
Adrian menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut dilakukan murni untuk tujuan investasi pribadi.
“Transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dan tidak disertai perjanjian pembelian kembali,” ujar Adrian sebagaimana dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia.
Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Adrian Hartadi meningkat dari 3.600 saham atau 0,0001% hak suara menjadi 45.700 saham atau setara dengan 0,0016% dari total hak suara perseroan.
Meskipun porsi kepemilikannya meningkat, porsi tersebut dinilai masih sangat kecil sehingga tidak mengubah struktur pengendalian maupun komposisi pemegang saham utama perusahaan.
Aksi borong saham ini terjadi di saat performa saham RATU di lantai bursa sedang berada dalam tren negatif.
Pada perdagangan Senin (20/7/2026), harga saham RATU ditutup melemah di level Rp 4.970, turun 10 poin atau 0,20% secara harian.
Dalam akumulasi lima hari perdagangan terakhir, harga saham RATU tercatat susut 8,39% atau turun 455 poin.
Lebih jauh lagi, sejak awal tahun 2026 atau secara year to date, harga saham RATU telah terkoreksi tajam sebesar 48,63% atau setara dengan penurunan 4.705 poin.
Di balik tekanan harga saham tersebut, PT Raharja Energi Cepu Tbk tetap agresif dalam menjalankan rencana ekspansi bisnisnya sepanjang tahun 2026.
Perusahaan baru saja menuntaskan akuisisi hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 20% di Madura Strait PSC.
Proyek tersebut saat ini dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Transaksi ini direalisasikan melalui anak usaha, yakni PT Raharja Energi Madura (REM), yang mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD).
SMSD sendiri merupakan entitas investasi yang memegang 20% saham di HCML.
Akuisisi strategis ini menelan dana investasi sebesar US$ 141,21 juta.
Dana tersebut mencakup pembayaran saham senilai US$ 62,51 juta, perjanjian pinjaman pemegang saham sebesar US$ 59,20 juta, serta klausul pembayaran kontinjensi maksimal US$ 19,50 juta.
Manajemen RATU menyatakan bahwa seluruh manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% saham di HCML telah berlaku efektif sejak 1 Januari 2026.
Dampak positif dari akuisisi ini diproyeksikan akan mulai tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian perseroan pada kuartal II-2026.




















