Jerome Polin dan Andovi Da Lopez Gedor DPR, Sampaikan Tuntutan Rakyat

persen

Jakarta – Sejumlah figur publik dan kreator konten populer, termasuk Jerome Polin, Andovi da Lopez, Jovial da Lopez, dan Ferry Irwandi, secara langsung mendatangi Gedung DPR RI pada Kamis (4/9/2025). Mereka menyerahkan dokumen “Tuntutan Rakyat 17+8” kepada wakil rakyat di tengah gelombang demonstrasi yang telah berlangsung sejak akhir Agustus.

Aksi penyerahan dokumen berlangsung di depan Gerbang Pancasila, Senayan, yang beberapa hari terakhir menjadi titik kumpul massa. Setelah melalui dialog, gerbang DPR akhirnya dibuka, memungkinkan rombongan perwakilan masyarakat masuk untuk menyerahkan tuntutan secara simbolis.

Dokumen yang berisi aspirasi masyarakat tersebut diterima langsung oleh dua anggota DPR RI: Andre Rosiade (Wakil Ketua Komisi VI) dan Rieke Diah Pitaloka. Keduanya langsung menandatangani surat serah terima sebagai bukti penerimaan.

“Terima kasih, mana spidolnya, saya akan tanda tangan sebagai bukti serah terimanya,” ujar Andre Rosiade saat menerima dokumen.

Rieke Diah Pitaloka yang turut mendampingi juga menandatangani surat serah terima. Ia menegaskan bahwa isi tuntutan akan segera dibawa ke pimpinan DPR. “Terima kasih untuk seluruh rakyat dan seluruh jaringan yang telah menyampaikan Tuntutan Rakyat 17+8. Akan kami sampaikan kepada pimpinan. Sebelumnya saya juga turut berduka cita atas jatuhnya korban,” kata Rieke.

“Tuntutan Rakyat 17+8” sendiri adalah rangkuman 25 poin aspirasi publik yang mencuat dalam gelombang demonstrasi sejak akhir Agustus 2025. Dokumen ini dianggap sebagai simbol keresahan rakyat yang semakin meluas.

Angka 17 dalam tuntutan tersebut merujuk pada isu-isu besar seperti pencabutan tunjangan DPR sebesar Rp50 juta per bulan, transparansi anggaran, jaminan kesehatan dan pendidikan, serta perbaikan tata kelola negara.

Sementara itu, angka 8 adalah poin-poin tambahan, meliputi evaluasi kinerja aparat keamanan, penghentian kekerasan terhadap demonstran, hingga penegakan hukum yang adil.

Keresahan ini semakin mendalam setelah aksi protes di berbagai daerah memakan korban jiwa. Hingga awal September 2025, setidaknya sembilan orang meninggal dunia akibat bentrokan antara demonstran dan aparat.

Kehadiran figur publik seperti Jerome Polin dan Andovi da Lopez dalam penyerahan tuntutan ini menunjukkan bahwa keresahan tidak hanya datang dari kelompok aktivis, melainkan juga digaungkan oleh kalangan muda, akademisi, hingga kreator konten dengan jutaan pengikut.

Rekomendasi