IHSG ditutup melemah tipis ke level 6.678,20 di tengah aksi jual bersih investor asing sebesar Rp438,87 miliar. Meski pasar terkoreksi, investor asing tetap memborong sejumlah saham seperti ANTM, BBRI, dan AADI di tengah volatilitas perdagangan.
Fenomena September Effect sering dikaitkan dengan penurunan kinerja pasar saham secara historis. Meski bukan jaminan mutlak, investor perlu memahami bahwa kombinasi aksi rebalancing institusi, data makro, dan psikologi pasar dapat meningkatkan volatilitas di periode ini.
IHSG diprediksi melanjutkan tren penguatan hingga akhir tahun 2026 seiring meredanya sentimen negatif yang menekan pasar. Secara teknikal, indeks berpotensi menguat dengan target optimistis menembus level 7.200 di penghujung tahun.
Saham GOTO tengah menghadapi tantangan dari kebijakan baru BEI serta rencana pembatasan komisi ride-hailing pemerintah. Meski dibayangi volatilitas harga, kinerja bisnis fintech yang solid membuat analis tetap optimistis terhadap prospek fundamental perseroan hingga akhir tahun.
Saham Jasa Marga (JSMR) terkoreksi 11,73% sejak awal tahun, namun manajemen tetap fokus menggenjot proyek strategis nasional hingga 2028. Analis menilai fundamental perseroan tetap solid dan penurunan harga saham saat ini menjadi peluang akumulasi bagi investor.
Pemerintah mendorong investasi swasta untuk mempercepat pembangunan SPKLU guna mengatasi ketimpangan antara jumlah kendaraan listrik dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Kebijakan baru ini mempermudah syarat investasi agar jaringan stasiun pengisian dapat tersebar lebih luas.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali mengalami penurunan pada Rabu (9/9/2026). Kini, harga emas Antam pecahan satu gram dipatok di angka Rp 2.610.000 atau terkoreksi Rp 17.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Musim dividen interim 2026 mulai ramai dengan aksi agresif emiten perbankan besar seperti BBCA dan BMRI. Investor disarankan mencermati emiten dengan fundamental kuat dan rekam jejak distribusi laba yang konsisten, namun tetap berhati-hati agar tidak sekadar mengejar besaran dividend yield.
Pasar modal mencatatkan transaksi Rp15,8 triliun dengan lonjakan signifikan pada saham sektor komoditas dan material baterai seperti MBMA dan MDKA. Investor kini fokus mencermati rasio PER dan PBV di tengah sentimen pembagian dividen interim tahun buku 2026.
Musim dividen interim tahun buku 2026 mulai bergulir dengan sektor perbankan seperti BBCA dan BMRI sebagai penggerak utama. Simak ulasan mengenai emiten yang membagikan dividen serta panduan bagi investor agar tetap selektif dalam memilih saham di tengah puncak musim pembagian laba.
Bursa Efek Indonesia membuka peluang untuk melantai di pasar modal melalui IPO setelah proses demutualisasi rampung. Langkah strategis ini akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan rights issue untuk mengubah struktur kepemilikan bursa agar lebih ideal bagi publik.
BEI Beri Sinyal IPO Setelah Proses Demutualisasi Bursa Rampung
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan menerbitkan 7,87 miliar saham baru melalui rights issue senilai Rp 2.150 per lembar. Dana hasil aksi korporasi ini rencananya digunakan untuk mengakuisisi PT Frisian Flag Indonesia senilai Rp 14,56 triliun guna memperkuat posisi di pasar.
Ultrajaya (ULTJ) Terbitkan 7,87 Miliar Saham Baru untuk Rencana Akuisisi
Nilai tukar rupiah melemah tipis ke level Rp 17.758 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Penurunan sebesar 0,03% tersebut menandai pelemahan mata uang Garuda selama tujuh sesi berturut-turut di tengah dinamika pasar mata uang Asia.
Rupiah Melemah Tipis ke Rp 17.758 Per Dolar AS Hari Ini
Royal FrieslandCampina resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) dan akan menjadi pemegang saham pengendali baru. Integrasi ini menggabungkan keahlian global FrieslandCampina dengan kepemimpinan lokal Ultrajaya untuk memperkuat industri susu nasional.
Royal FrieslandCampina Siap Menjadi Pengendali Baru Ultrajaya (ULTJ)