Jakarta – Program stimulus tiket transportasi yang digelontorkan pemerintah sukses memicu lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah 2026.
Tiga perusahaan transportasi pelat merah mencatatkan penyerapan anggaran subsidi di atas 80 persen berkat tingginya antusiasme penumpang.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menjadi yang tertinggi dalam penyerapan anggaran dengan realisasi mencapai 98 persen dari total pagu Rp67 miliar.
Manager Corporate Communication PELNI, Firdha Islamy, menyebutkan bahwa potongan harga 30 persen telah dimanfaatkan oleh 674.444 penumpang.
“Untuk keberangkatan tertingginya berada di tanggal 26 Juni, sekitar 24 ribu penumpang,” ujar Firdha.
Ia menambahkan, pelabuhan dengan arus keberangkatan terpadat selama masa stimulus meliputi Makassar, Ambon, Bau-Bau, Tanjung Priok, dan Kupang.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan serapan anggaran stimulus sebesar 94,53 persen atau setara Rp90,96 miliar.
Manajer Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa sebanyak 1,3 juta pelanggan telah memanfaatkan fasilitas diskon tersebut.
“Kapasitas tempat duduk yang disiapkan selama masa libur sekolah ini totalnya 1,17 juta seat, tetapi terisi 1,3 juta pelanggan,” jelas Franoto.
Menurutnya, angka tersebut tercapai berkat sistem okupansi dinamis di mana kursi yang kosong di stasiun persinggahan segera terisi kembali oleh penumpang lain.
Di sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mencatatkan penyerapan anggaran sebesar 82,33 persen.
Group Head of Commercial Shipping Business PT ASDP, Rizki Dwianda, menyatakan bahwa diskon tiket terbukti mendongkrak volume penumpang hingga 8 persen di atas rata-rata pertumbuhan normal.
“Data membuktikan kebijakan ini meningkatkan volume penyeberangan lebih tinggi dibanding tren empat tahun terakhir,” tutur Rizki.
Stimulus tersebut diterapkan pada delapan lintasan utama, termasuk jalur padat Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.






















