Bintang Mitra (BMSR) Alihkan Seluruh Saham, Pastikan Tidak Go Private

persen

Bintang Mitra (BMSR) Alihkan Seluruh Saham, Pastikan Tidak Go Private

Jakarta – PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) resmi melakukan restrukturisasi internal melalui pengalihan seluruh kepemilikan saham yang sebelumnya dipegang oleh Chance Stand Finance Limited (CSF) kepada PT Cakra Semesta Indonesia (CSI).

Langkah korporasi ini diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (28/7/2026), sebagaimana dilaporkan Direktur BMSR, Francis Cia.

Restrukturisasi ini dipastikan tidak akan mengubah penerima manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari perusahaan tersebut.

Pihak yang mengendalikan CSF maupun CSI tetap merupakan orang yang sama, yakni Welly Thomas.

“Pengalihan saham dilakukan dalam rangka penyederhanaan struktur kepemilikan dan merupakan restrukturisasi internal,” ungkap Francis Cia dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menambahkan bahwa transisi tersebut bertujuan untuk menciptakan alur pengambilan keputusan yang lebih efisien bagi perusahaan.

Selain itu, peralihan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi dengan pihak regulator serta pemangku kepentingan terkait.

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya penguatan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan usaha BMSR ke depannya.

Proses transaksi ini secara formal diawali dengan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) pada tanggal 8 Juli 2026.

Pihak manajemen BMSR mengonfirmasi bahwa seluruh persyaratan pendahuluan, termasuk mekanisme pencatatan saham di bursa, telah diselesaikan sebelum eksekusi pengalihan dilakukan.

PT Cakra Semesta Indonesia sendiri merupakan badan hukum Indonesia yang menjalankan fungsi sebagai perusahaan holding.

Kantor pusat entitas ini berlokasi strategis di Graha BIP Lantai 3, Jakarta Selatan.

Data kepemilikan saham CSI menunjukkan dominasi penuh oleh Welly Thomas sebesar 99,999%.

Sisanya, sebesar 0,001%, tercatat dimiliki oleh Hong Fang.

Dalam susunan manajemen, Hermawan memegang posisi sebagai Direktur CSI, sementara Hong Fang menjabat sebagai Komisaris.

Menariknya, para pemangku jabatan di CSI tersebut juga memegang posisi kunci di tubuh BMSR.

Hermawan saat ini menjabat sebagai Direktur Utama BMSR, dan Hong Fang duduk sebagai Komisaris di perusahaan yang sama.

Welly Thomas, selain berstatus sebagai UBO, juga menduduki posisi Komisaris Utama di BMSR.

Hingga saat ini, CSI belum memiliki aliran pendapatan operasional sendiri dan tidak tercatat memiliki entitas anak lain selain BMSR.

Manajemen memastikan bahwa pengalihan ini tidak akan berdampak pada perubahan strategi bisnis maupun arah pengembangan usaha perusahaan.

BMSR akan tetap berfokus pada lini bisnis utama, yakni perdagangan bahan kimia dan batu bara.

Sektor tersebut diharapkan tetap menjadi kontributor pendapatan utama bagi CSI selaku induk perusahaan yang baru.

Lebih lanjut, pihak perusahaan menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk membawa BMSR menjadi perusahaan tertutup atau go private.

Transaksi ini juga tidak memicu kewajiban Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO).

Hal tersebut dimungkinkan karena pengendali akhir perusahaan tetap sama, baik sebelum maupun sesudah transaksi berlangsung.

Manajemen BMSR memastikan tidak ada perubahan susunan Direksi maupun Dewan Komisaris akibat proses restrukturisasi ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar