Jakarta – Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan Rabu (29/4/2026) di zona hijau dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,53 persen ke level 470,43. Tren positif ini didorong oleh kenaikan harga sejumlah saham unggulan di tengah dinamika pasar modal.
Berdasarkan data IDX Mobile pukul 09.05 WIB, tercatat 17 saham konstituen indeks bergerak menguat, sementara 7 saham mengalami tekanan, dan 3 saham lainnya stagnan.
Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,57 persen ke level Rp6.975. Menyusul di belakangnya adalah PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 2,07 persen ke Rp6.150 dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terapresiasi 1,75 persen ke posisi Rp232.
Kinerja positif juga dicatatkan oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang naik 1,66 persen serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang menguat 1,33 persen.
Di sisi lain, beberapa saham sempat menahan laju indeks, yakni PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) yang turun 0,99 persen, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melemah 0,98 persen, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) terkoreksi 0,56 persen, dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) turun 0,28 persen.
Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat bahwa sentimen geopolitik yang masih memanas dan kenaikan harga minyak mentah global memicu aksi risk off di kalangan investor. Hal ini dinilai berpotensi menekan inflasi global dan membebani pasar domestik.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menyiapkan kebijakan fiskal berupa pembebasan bea masuk atau tarif 0 persen untuk impor LPG dan sejumlah produk plastik selama enam bulan mulai Mei 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan beban biaya masyarakat dan menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan harga energi.
Selain faktor domestik, investor saat ini tengah menanti hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, serta pernyataan ketua The Fed yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Kebijakan moneter tersebut diprediksi akan menjadi penentu arah aliran modal global.
Sejumlah data ekonomi penting dari AS juga turut dinanti pasar pekan ini, mencakup data building permits, durable goods orders, housing starts, inflasi PCE, hingga pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026.
Di dalam negeri, para pelaku pasar kini tengah mencermati rilis laporan keuangan emiten kuartal I/2026 serta berbagai aksi korporasi, mulai dari pembagian dividen hingga right issue, yang berpotensi memengaruhi pergerakan saham secara sektoral.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.





















