Rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp 17.723 per dolar AS di tengah libur pasar domestik. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif selama dua hari berturut-turut yang dipicu oleh penguatan dolar AS secara global.
Nilai tukar rupiah melemah tipis ke level Rp 17.699 per dolar AS pada perdagangan tengah hari ini. Pergerakan mata uang Garuda ini sejalan dengan dinamika mata uang Asia yang cenderung bervariasi di awal pekan.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp 17.694 per dolar AS berkat penurunan imbal hasil US Treasury. Meski dibayangi tantangan defisit transaksi berjalan dan risiko inflasi pangan, mata uang Garuda diproyeksikan bergerak di rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.900 pada pekan depan.
Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 17.710 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi. Kenaikan sebesar 0,21% ini sejalan dengan tren positif mayoritas mata uang di kawasan Asia yang sedang menguat terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 17.748 per dolar AS di tengah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Pasar kini mencermati dampak kebijakan pembatasan ekonomi terhadap Iran serta langkah pemerintah dalam pengendalian subsidi energi nasional.
Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu optimisme investor sehingga kembali melirik aset berisiko.
Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat ke level Rp 18.076 per dolar AS pada perdagangan Jumat siang. Penguatan sebesar 0,19% ini sejalan dengan tren positif mayoritas mata uang di kawasan Asia di tengah fluktuasi pasar global.
IHSG ditutup melemah 0,64% ke level 6.091 akibat ketidakpastian kepemimpinan Bank Indonesia serta penantian keputusan suku bunga The Fed. Simak analisis teknikal dan proyeksi pergerakan pasar untuk perdagangan Kamis (30/7).
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp 18.009 per dolar AS pada perdagangan Senin, terkoreksi 0,26% dibandingkan akhir pekan lalu. Pelemahan ini terjadi di tengah tren penguatan mayoritas mata uang Asia lainnya yang justru mencatatkan kinerja positif terhadap dolar AS.
Lonjakan harga minyak mentah dunia dan spekulasi kebijakan suku bunga The Fed menekan nilai tukar mata uang Asia. Rupiah diproyeksikan terus berada dalam tekanan berat hingga mencapai kisaran Rp 19.000 per dolar AS akibat tingginya biaya impor energi dan inflasi global.
Wall Street melemah akibat lonjakan harga minyak mentah yang dipicu ketegangan geopolitik serta kenaikan yield Treasury AS yang menembus level 5%. Pasar juga masih mencermati ketidakpastian sektor teknologi di tengah kekhawatiran inflasi dan kebijakan suku bunga ketat.
Wall Street Goyah, Harga Minyak Naik dan Yield Treasury Tembus 5%
Volatilitas ekstrem pasar kripto menuntut strategi manajemen risiko yang disiplin untuk melindungi modal dari kerugian signifikan. Pelajari cara mengelola risiko melalui identifikasi, penggunaan stop loss, serta pengaturan posisi yang tepat agar investasi Anda tetap aman dan berkelanjutan.
Strategi Manajemen Risiko Trading Kripto untuk Melindungi Modal Pemula
IHSG kembali melemah selama lima hari beruntun setelah ditutup turun 1,13 persen ke level 6.461,15. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp349,28 miliar, dengan saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama.
IHSG Melemah Lima Hari, Simak Saham yang Dilepas Asing Hari Ini
IHSG kembali melemah selama lima hari berturut-turut setelah terkoreksi 1,13% ke level 6.461,15 pada Selasa (15/9/2026). Meski pasar sedang tertekan, investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih pada sejumlah saham seperti ANTM, BUMI, dan BRMS.
IHSG Anjlok, Cermati Deretan Saham yang Banyak Diborong Asing