Jakarta – PT Syailendra Capital resmi mencatatkan produk reksa dana terbaru, yakni Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO), di Bursa Efek Indonesia pada Senin (10/8).
Instrumen investasi ini hadir sebagai opsi bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap harga emas dengan mekanisme perdagangan yang mirip seperti saham.
Peluncuran produk ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum perayaan hari ulang tahun ke-49 pasar modal Indonesia.
Kehadiran XSGO memberikan dimensi baru dalam diversifikasi aset, mengingat selama ini kepemilikan emas didominasi oleh bentuk fisik atau emas digital.
Melalui mekanisme Exchange Traded Fund (ETF), investor kini dapat melakukan transaksi jual-beli unit reksa dana secara langsung di lantai bursa.
Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, menyatakan bahwa produk ini dirancang untuk menyederhanakan akses investasi emas bagi masyarakat luas.
“XSGO memberi alternatif investasi emas yang lebih mudah dan transparan bagi investor,” ujarnya sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi perusahaan, Senin (10/8).
Data Bloomberg yang diolah oleh tim riset internal menunjukkan performa emas yang cukup stabil dalam jangka panjang.
Harga emas mencatatkan pertumbuhan rata-rata sekitar 10 persen dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.
Bahkan, aset ini tercatat menjadi instrumen dengan kinerja terbaik sebanyak lima kali sepanjang periode 2014 hingga 2025.
Mekanisme akses terhadap XSGO dibagi menjadi dua kategori utama, yakni pasar primer dan pasar sekunder.
Di pasar primer, transaksi dilakukan melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan.
Investor di pasar ini diwajibkan melakukan pembelian dengan minimum transaksi setara 500 gram emas atau sekitar Rp 1,5 miliar, dengan asumsi harga emas Rp 3 juta per gram.
Sementara itu, investor ritel dapat memanfaatkan pasar sekunder untuk menjangkau produk ini dengan modal yang jauh lebih terjangkau.
Pembelian di pasar sekunder dapat dilakukan melalui perusahaan efek dengan minimum transaksi sebesar satu lot atau 100 unit.
Nilai transaksi tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp 100.000 per lot.
Dari sisi struktur aset dasar, XSGO menggunakan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai underlying.
PT Pegadaian ditunjuk sebagai pihak penyedia sekaligus penyimpan emas fisik yang menjadi dasar nilai aset tersebut.
Selain itu, Pegadaian juga berperan dalam menyediakan kuotasi harga emas sebagai referensi perhitungan nilai produk.
Pengelolaan aset ETF ini kemudian disupervisi oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk yang bertindak sebagai bank kustodian.
Pihak manajemen Syailendra menegaskan bahwa mereka berupaya menekan selisih harga jual dan beli atau spread.
Target spread harga dalam produk ini dipatok pada kisaran 2 persen hingga 3 persen dari harga acuan Pegadaian.
Angka tersebut diklaim jauh lebih kompetitif dibandingkan spread emas digital atau emas fisik konvensional yang mencapai 7 persen hingga 9 persen.
Meskipun menawarkan fleksibilitas tinggi, investor tetap diingatkan untuk mencermati risiko fluktuasi harga emas.
Selain itu, mekanisme perdagangan unit ETF di pasar sekunder juga menuntut pemahaman investor mengenai pergerakan harga pasar secara harian.





















