Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) resmi memperluas jangkauan operasionalnya melalui pembentukan tiga entitas anak usaha baru yang menyasar sektor di luar bisnis inti pertambangan.
Langkah strategis ini dilakukan untuk menciptakan diversifikasi pendapatan sekaligus memperkuat struktur bisnis perusahaan di masa depan.
Tiga entitas yang baru didirikan tersebut meliputi PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality.
PT DH Listrik difokuskan untuk menggarap sektor energi, khususnya pengembangan pembangkitan tenaga listrik serta penyediaan tenaga listrik dalam satu kesatuan sistem.
Struktur kepemilikan PT DH Listrik dikendalikan secara tidak langsung oleh DEWA melalui PT DH Investindo sebesar 99,90% dan PT Cipta Multi Prima sebesar 0,10%.
Sementara itu, PT DH Infrastruktur dibentuk untuk melayani kebutuhan kepelabuhanan laut dan pendukung rantai pasok.
Cakupan usaha entitas ini meliputi pengelolaan pergudangan, penyimpanan barang, angkutan laut, serta jasa penunjang transportasi darat dan perairan.
Kepemilikannya pun serupa dengan PT DH Listrik, yakni mayoritas dikuasai oleh PT DH Investindo.
Adapun PT DH Arunika Hospitality menjadi entitas yang bergerak di sektor pariwisata dan akomodasi.
Perusahaan ini akan melayani manajemen perhotelan, penyediaan makanan dan minuman, kebersihan umum, hingga penyediaan tenaga kerja sementara.
Berbeda dengan dua entitas lainnya, PT DH Arunika Hospitality dimiliki secara langsung oleh DEWA sebesar 99,90% dan PT Cipta Multi Prima sebesar 0,10%.
Analis Kiwoom Sekuritas, Kevin Yudha Pratama, menilai ekspansi ini sebagai langkah positif untuk mengurangi ketergantungan pada lini bisnis utama.
“Ekspansi ini berpotensi membuka sumber pendapatan baru dan ini secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan perusahaan pada satu lini usaha utama,” ujar Kevin dikutip dari Keterbukaan Informasi dan Analisis Pasar, Senin (20/7/2026).
Namun, Kevin mengingatkan bahwa kontribusi keuangan dari anak usaha tersebut masih akan terbatas dalam waktu dekat karena belum adanya rincian kontrak maupun target pendapatan yang spesifik.
Kinerja DEWA saat ini menurutnya masih akan sangat ditentukan oleh efisiensi operasional dan pertumbuhan volume di sektor jasa pertambangan.
Pandangan senada disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, yang menyebut diversifikasi ini penting untuk menghadapi sifat siklikal bisnis kontraktor pertambangan.
“Ekspansi ke sektor kelistrikan, infrastruktur, dan hospitality berpotensi menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam dalam jangka panjang,” ungkap Nafan dikutip dari Analisis Pasar, Senin (20/7/2026).
Nafan menekankan pentingnya bagi manajemen untuk menjaga fokus agar diversifikasi tidak membebani struktur permodalan perusahaan.
Investor kini disarankan untuk mencermati realisasi belanja modal serta kemampuan eksekusi manajemen terhadap proyek-proyek baru tersebut.
Terkait posisi saham, Kevin merekomendasikan trading buy untuk DEWA dengan target harga Rp450 per saham.
Sementara itu, Nafan menyarankan investor untuk melakukan add saham DEWA dengan target harga di level Rp446 per saham.
























